BPJS Kesehatan Ajak Peserta Lakukan Skrining Kesehatan JKN, Deteksi Dini Penyakit Kronis
BPJS Kesehatan Cabang Purwokerto mengimbau seluruh peserta JKN untuk rutin melakukan Skrining Kesehatan JKN guna mendeteksi dini risiko penyakit kronis dan meningkatkan kualitas hidup.
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang Purwokerto mengajak seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk aktif melakukan Skrining Riwayat Kesehatan. Langkah ini merupakan upaya promotif dan preventif penting untuk mencegah risiko penyakit kronis yang mengancam kesehatan masyarakat. Skrining ini wajib dilakukan minimal satu kali dalam setahun oleh peserta berusia 15 tahun ke atas.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Purwokerto, Niken Sawitri, menjelaskan bahwa Skrining Riwayat Kesehatan (SRK) bertujuan mendeteksi dini potensi penyakit kronis. Penyakit seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, hingga stroke dapat diketahui lebih awal melalui proses skrining ini. Deteksi cepat memungkinkan penanganan lanjutan yang lebih efektif.
Peserta yang teridentifikasi memiliki risiko penyakit tertentu dapat segera berkonsultasi dengan dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Penanganan yang cepat dan tepat sesuai kondisi kesehatan peserta menjadi kunci utama. Deteksi awal diharapkan mampu menekan angka kejadian penyakit kronis dan meningkatkan kualitas hidup peserta JKN.
Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Kronis
Skrining Riwayat Kesehatan merupakan bagian esensial dari upaya promotif dan preventif dalam Program JKN. Ini bukan hanya tentang mengobati saat sakit, tetapi juga mencegah penyakit sejak dini. Semakin cepat risiko penyakit diketahui, semakin cepat pula upaya antisipasi dan pengendaliannya dapat dilakukan.
Penyakit kronis seringkali berkembang tanpa gejala yang jelas di tahap awal, membuat deteksi dini menjadi krusial. Melalui SRK, peserta JKN dapat memperoleh gambaran awal mengenai kondisi kesehatan mereka. Informasi ini sangat berharga untuk mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.
Hasil skrining yang menunjukkan adanya risiko akan memicu rekomendasi untuk konsultasi lebih lanjut di FKTP. Dokter dapat memberikan saran medis, perubahan gaya hidup, atau tindakan pencegahan lain. Ini membantu peserta mengelola risiko kesehatan mereka secara proaktif.
Kemudahan Akses Skrining Kesehatan JKN
BPJS Kesehatan menyediakan berbagai kanal kemudahan bagi peserta JKN untuk melakukan Skrining Riwayat Kesehatan secara mandiri. Proses ini dirancang agar mudah dan cepat, hanya membutuhkan waktu sekitar lima hingga 10 menit. Fleksibilitas ini memastikan lebih banyak peserta dapat berpartisipasi.
Peserta dapat mengakses skrining melalui Aplikasi Mobile JKN yang tersedia di gawai pribadi mereka. Alternatif lain termasuk layanan PANDAWA (Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp) di nomor 08118165165. Laman resmi BPJS Kesehatan di www.bpjs-kesehatan.go.id juga menyediakan fitur skrining ini.
Bagi peserta yang lebih nyaman dengan interaksi langsung, skrining juga bisa dilakukan dengan datang ke FKTP tempat mereka terdaftar. Berbagai pilihan ini menunjukkan komitmen BPJS Kesehatan untuk mempermudah akses layanan. Hal ini memastikan tidak ada alasan bagi peserta untuk menunda skrining penting ini.
Kesadaran dan Manfaat Skrining Bagi Peserta
BPJS Kesehatan juga menerapkan sistem pengingat bagi peserta yang belum melakukan skrining dalam tahun berjalan. Petugas fasilitas kesehatan akan mengingatkan peserta untuk mengisi skrining saat mereka berkunjung ke FKTP. Ini memastikan seluruh peserta mendapatkan manfaat pencegahan kesehatan secara optimal.
Melalui inisiatif skrining ini, BPJS Kesehatan berharap peserta JKN semakin sadar akan pentingnya pencegahan penyakit sejak dini. Kesadaran ini adalah fondasi untuk gaya hidup sehat dan kualitas hidup yang lebih baik. Pentingnya skrining ditekankan dengan pertanyaan, "Kalau bisa skrining sekarang, kenapa harus ditunda nanti?"
Achmad Yadi Kurniawan (35), seorang peserta JKN dari Purwokerto, mengaku sangat terbantu dengan adanya Skrining Riwayat Kesehatan. Ia melakukan skrining secara mandiri melalui Aplikasi Mobile JKN dan merasa prosesnya mudah. Dari hasil skrining, ia jadi mengetahui risiko penyakit yang ada, sehingga bisa lebih waspada dan menjaga kesehatannya.
Sumber: AntaraNews