Pemkab Barito Utara Perkuat Implementasi Program JKN demi UHC Menyeluruh
Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus memperkuat implementasi Program JKN untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC) melalui sinergi berbagai pihak, memastikan akses kesehatan merata bagi warganya.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, secara aktif memperkuat implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) guna mencapai Universal Health Coverage (UHC). Langkah ini diambil melalui sinergi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan terkait di wilayah tersebut. Komitmen ini bertujuan memastikan setiap warga Barito Utara mendapatkan akses layanan kesehatan yang berkualitas tanpa kendala finansial.
Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Barito Utara, Annisa Cahyawati, menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap Program JKN. Dukungan ini diwujudkan melalui berbagai kebijakan strategis serta alokasi anggaran yang memadai, khususnya untuk melindungi masyarakat kurang mampu. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Forum Komunikasi BPJS Kesehatan yang berlangsung di Muara Teweh pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Forum tersebut membahas strategi penguatan rekrutmen, cakupan, dan tingkat keaktifan peserta JKN, serta forum kemitraan pengelolaan kerja sama fasilitas kesehatan. Kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara dan menjadi pilar utama dalam mewujudkan masyarakat yang maju, sejahtera, dan berkeadilan. Pencapaian UHC tidak hanya memenuhi target kepesertaan, tetapi juga menjamin akses layanan kesehatan bermutu.
Sinergi Pemangku Kepentingan Dorong UHC Barito Utara
Keberhasilan mencapai UHC tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif dari berbagai pihak. Annisa Cahyawati menekankan pentingnya peran BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, dunia usaha, pemerintah desa, hingga masyarakat. Forum komunikasi ini menjadi wadah strategis untuk menyusun langkah konkret dalam memperkuat rekrutmen peserta baru.
Selain rekrutmen, forum ini juga fokus pada peningkatan cakupan kepesertaan dan menjaga tingkat keaktifan peserta Program JKN. Tujuannya adalah agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat Barito Utara. Diharapkan muncul berbagai inovasi dan terobosan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjadi peserta aktif BPJS Kesehatan.
Optimalisasi peran pemerintah desa, RT/RW, perusahaan, serta berbagai elemen masyarakat dinilai menjadi kunci utama. Melalui upaya kolaboratif ini, diharapkan tidak ada lagi warga yang belum memperoleh perlindungan kesehatan yang memadai. Kerja sama yang harmonis antara BPJS Kesehatan dengan penyedia layanan kesehatan menjadi esensial.
Peran BPJS Kesehatan dalam Implementasi Program JKN
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Muara Teweh, Achmad Zainuddin, memaparkan perkembangan pelaksanaan Program JKN di Kabupaten Barito Utara. Paparan ini disampaikan dalam Forum Komunikasi dan Forum Kemitraan Semester I Tahun 2026 yang dihadiri oleh unsur lintas sektor. Forum ini berfungsi sebagai wadah koordinasi untuk membahas berbagai aspek Program JKN, mulai dari kepesertaan hingga pelayanan.
BPJS Kesehatan memiliki tiga fungsi utama dalam penyelenggaraan Program JKN. Pertama adalah risk pooling, yang memastikan proses rekrutmen dan kepesertaan JKN berjalan optimal. Kedua, revenue collection, yaitu menghimpun dana amanah dari peserta yang bersumber dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun peserta mandiri.
Fungsi ketiga adalah purchasing atau pembiayaan pelayanan kesehatan, yaitu pembayaran kepada fasilitas kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku. Pembayaran kepada fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas dan klinik, dilakukan dengan sistem kapitasi berdasarkan jumlah peserta terdaftar. Sementara itu, pembayaran kepada rumah sakit menggunakan sistem tarif berbasis kelompok diagnosis atau Case-Based Groups (CBGs) yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.
Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan di Barito Utara
Forum kemitraan pengelolaan kerja sama fasilitas kesehatan memiliki peran krusial dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Annisa Cahyawati berharap kerja sama yang harmonis antara BPJS Kesehatan dengan rumah sakit, puskesmas, klinik, dan praktik mandiri dokter terus dibangun. Kemitraan ini harus didasarkan pada profesionalisme, transparansi, serta komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Sinergi dan kolaborasi yang kuat sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan pembangunan kesehatan yang semakin kompleks. Tantangan ini mencakup perubahan pola penyakit, perkembangan teknologi kesehatan, serta meningkatnya harapan masyarakat terhadap mutu pelayanan. Seluruh peserta forum diajak untuk terus memperkuat komitmen bersama.
Melalui momentum ini, diharapkan perlindungan kesehatan yang menyeluruh bagi masyarakat dapat terwujud. Peningkatan kualitas layanan kesehatan juga menjadi prioritas utama. Tujuannya adalah mewujudkan Barito Utara yang sehat, maju, dan sejahtera bagi seluruh warganya.
Sumber: AntaraNews