Bocah SD Tewas Usai Dibully, Kapolres hingga Bupati Inhu Datangi Rumah Korban Bawa Pesan Ini
Jajaran Forkopimda Kabupaten Inhu turut hadir untuk menyampaikan belasungkawa dan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.
Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga almarhum KB, seorang siswa SD negeri di Desa Buluh Rampai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), pada Minggu malam (1/6).
Dalam momen yang penuh haru dan empati, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Inhu turut hadir untuk menyampaikan belasungkawa dan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.
Rombongan Forkopimda yang tiba di lokasi terdiri dari sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Bupati Inhu Ade Agus Hartanto, Ketua DPRD Inhu S.P. Sinurat, Wakil Bupati Ir. Hendrizal, serta Kapolres Inhu AKBP Fahrian Saleh Siregar.
Kehadiran mereka disambut langsung oleh keluarga almarhum, didampingi tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat, menunjukkan solidaritas pemerintah daerah di tengah kesedihan.
Kapolres Inhu AKBP Fahrian Saleh Siregar menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya KB. Ia menegaskan bahwa proses penyelidikan kasus ini masih terus berlangsung, dengan kepolisian kini menanti hasil autopsi yang akan menjadi kunci dalam mengungkap penyebab pasti kematian korban.
"Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Kepolisian terus melakukan penyelidikan," ujar Fahrian kepada merdeka.com Senin (2/6).
Ia menambahkan imbauan penting kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu tidak bertanggung jawab yang mungkin beredar di media sosial.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang, mempercayakan proses hukum kepada kami, dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan di media sosial," tegasnya.
Kata Bupati Inhu
Senada dengan Kapolres, Bupati Inhu Ade Agus juga menekankan hal serupa. Dalam sambutannya, ia secara khusus meminta masyarakat untuk tidak mudah terpancing oleh isu negatif dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak berwenang.
"Kami mohon masyarakat tetap tenang. Proses hukum sedang berjalan dan akan ditangani secara profesional," kata Ade Agus.
Pihak keluarga almarhum, yang diwakili oleh Ketua Persatuan Batak Seberida, Jadiaman Butar-Butar, yang juga bertindak sebagai pelapor dalam perkara ini dan merupakan kerabat korban, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Forkopimda.
Dalam kesempatannya, keluarga mengisahkan kondisi almarhum sebelum meninggal dunia, termasuk adanya keluhan sakit pada bagian perut. Keluarga berharap keadilan dapat ditegakkan dan kebenaran segera terungkap.
Hal ini menjadi prioritas mengingat dampak yang bisa ditimbulkan jika kasus semacam ini tidak ditangani dengan baik.
Sebagai bentuk dukungan dan kepedulian, di akhir kegiatan, Forkopimda turut memberikan bantuan dan santunan kepada keluarga korban. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga di tengah masa berkabung ini.
Melalui kegiatan ini, Forkopimda secara kolektif mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap bersatu, menjaga kondusivitas wilayah, dan tidak menyebarkan isu-isu yang dapat memperkeruh suasana.
Semua pihak diimbau untuk menahan diri dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan, serta tidak mencoba menggiring opini yang dapat mengganggu jalannya penyelidikan.
Pihak berwenang berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional dan transparan. Masyarakat diminta untuk memberikan kepercayaan penuh kepada aparat penegak hukum agar kebenaran dapat terungkap dan keadilan bagi almarhum KB dapat tercapai.