Bocah SD korban dugaan perudungan atau bullying di Jombang, Jawa Timur tak mau sekolah lagi alias mogok sekolah. Hal ini dikarenakan korban merasa trauma lantaran kerap menjadi korban bully di sekolahnya.
Keengganan korban untuk bersekolah lagi diungkapkan oleh kuasa hukumnya, Febri Kurniawan Pikulun. Febri mengatakan, sejak kasus pelemparan kayu yang mengakibatkan kepala bocor, korban menyatakan tidak mau sekolah di tempatnya bersekolah dulu.
"Yang bersangkutan menyatakan tidak mau sekolah. Tentu itu kita sayangkan ya," ujar Febri yang merupakan Ketua Komnas Perlindungan Anak Jawa Timur ini, Senin (2/10).
Advertisement
Sebab dikatakan Febri, selama ini, korban yang masih kelas 1 SD itu, mengaku kerap menjadi korban bully maupun olok-olokan teman-temannya.
Yang membuatnya miris, kata Febri, tidak hanya menjadi korban bully fisik, kliennya juga kerap menjadi olok-olokkan temannya lantaran latar belakang ekonomi keluarganya.
Advertisement
"Korban trauma ya atas kejadian itu. Ia tidak mau sekolah lagi. Katanya ia juga sering jadi bahan olok-olok teman-temannya karena miskin," kata Febri.
Advertisement
"Solusinya ya cuma pindah sekolah ya. Dan mereka setuju anaknya untuk dipindah sekolah," kata Febri.
Febri mengatakan, untuk menemukan solusi terbaik, dalam waktu dekat akan melakukan audensi dengan pihak sekolah maupun pihak terkait lainnya.
Advertisement
Diketahui, kasus ini sudah masuk dalam ranah penyelidikan polisi. Pelaku pelemparan kayu yang menyebabkan bocor kepala korban ini telah dilaporkan secara pidana. Laporan ini sebagaimana tertuang dalam laporan polisi nomor LP/B/258/IX/2023/SPKT/Polres Jombang/Polda Jawa Timur.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Aldo Febrianto, menyatakan polisi sudah melakukan penyelidikan atas insiden tersebut. Sementara ini, penyidik Satreskrim Polres Jombang telah memintai keterangan ibu korban dan anaknya. Sedangkan, siswa kelas 1 SD tersebut juga sudah dilakukan visum sebagai bahan penyelidikan.
Advertisement
Sementara, Kapolres Jombang AKBP Eko Bagus Riyadi mengatakan, aksi bullying sangat berdampak buruk terhadap anak-anak. Dampak buruk dari Bullying bisa mengancam psikologi anak hingga fisik.
Advertisement
"Serta apabila ada informasi lainnya bisa langsung menghubungi Call center 110 atau WA Center Kandani 081323332022," pungkasnya.