Beijing Tanggapi Santai Kritik Trump soal Penguatan Hubungan China-Inggris
Beijing memberikan respons santai terhadap kritik Donald Trump mengenai penguatan hubungan Inggris-China, menegaskan kesiapan kerja sama saling menguntungkan di tengah kunjungan Perdana Menteri Keir Starmer.
Kementerian Luar Negeri China memberikan tanggapan santai terhadap kritik yang dilontarkan oleh mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Trump sebelumnya menyatakan kekhawatirannya tentang penguatan hubungan ekonomi antara Inggris dan China. Beijing menegaskan bahwa negaranya selalu siap untuk bekerja sama dengan pihak mana pun selama itu saling menguntungkan.
Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam sebuah konferensi pers di Beijing pada Jumat (30/1). Tanggapan tersebut muncul setelah Trump mengomentari kunjungan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer ke Beijing dan Shanghai. Kunjungan PM Starmer ini bertujuan untuk menata ulang hubungan ekonomi Inggris dengan China.
PM Starmer sendiri menyatakan bahwa hubungan Inggris dengan China berada dalam "kondisi yang baik dan kuat" setelah pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping. Pertemuan penting ini berlangsung di Beijing pada Kamis (29/1). Kunjungan ini menandai kunjungan pertama perdana menteri Inggris ke China dalam delapan tahun terakhir.
Peningkatan Kemitraan Strategis Komprehensif
Guo Jiakun menjelaskan bahwa kunjungan PM Keir Starmer pada 28–31 Januari 2026 merupakan kunjungan perdana menteri Inggris pertama ke China dalam delapan tahun. Ini juga menjadi kunjungan kepala pemerintahan negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB pertama yang diterima China pada tahun 2026. Pertemuan ini menandai era baru dalam diplomasi bilateral.
Presiden Xi Jinping dan PM Starmer sepakat untuk mengembangkan kemitraan strategis komprehensif jangka panjang dan konsisten antara kedua negara. Mereka bertekad mengubah potensi besar kerja sama menjadi kemajuan nyata yang konkret. Hal ini diharapkan akan membuka prospek baru yang cerah bagi hubungan bilateral China-Inggris.
Kedua pemimpin juga sepakat membangun kemitraan iklim dan alam tingkat tinggi, serta melanjutkan dialog keamanan tingkat tinggi. Selain itu, putaran dialog kelembagaan baru akan digelar tahun ini. Ini termasuk dialog strategis China–Inggris, dialog ekonomi dan keuangan, serta pertemuan Komisi Ekonomi dan Perdagangan Gabungan China–Inggris.
Fasilitasi Perdagangan dan Pertukaran Budaya
Sebagai bentuk komitmen, China akan memangkas tarif impor wiski Inggris dari 10 persen menjadi 5 persen. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan volume perdagangan dan memberikan keuntungan bagi eksportir Inggris. Ini adalah salah satu poin penting dalam upaya fasilitasi perdagangan.
Selain itu, China juga berencana meningkatkan pertukaran antarmasyarakat dan budaya, serta memfasilitasi perjalanan lintas batas. Beijing menyambut baik kunjungan anggota parlemen Inggris ke China dan mempertimbangkan secara positif akses bebas visa bagi wisatawan Inggris. Kebijakan ini akan mempererat hubungan kedua bangsa.
Selama kunjungan tersebut, PM Li Qiang dan PM Keir Starmer menyaksikan penandatanganan 12 dokumen kerja sama antarpemerintah. Kerja sama ini mencakup bidang perdagangan dan pertukaran ekonomi, pertanian dan pangan, budaya, serta regulasi pasar. Mereka juga menghadiri pertemuan Dewan Bisnis Inggris–China.
Komitmen Lingkungan Bisnis yang Kondusif
Pemerintah China menegaskan komitmennya untuk menyediakan lingkungan yang kondusif bagi perusahaan Inggris dan perusahaan asing lainnya yang berinvestasi di China. Ini menunjukkan upaya Beijing untuk menarik lebih banyak investasi asing. Lingkungan bisnis yang stabil dan transparan menjadi prioritas.
Guo Jiakun juga menyatakan harapan China agar Inggris menyediakan lingkungan bisnis yang adil, transparan, dan tidak diskriminatif bagi perusahaan China. Prinsip resiprokal ini penting untuk menjaga keseimbangan dalam hubungan ekonomi. Keadilan dalam berbisnis adalah kunci.
PM Keir Starmer memimpin delegasi sekitar 60 perwakilan utama dari organisasi bisnis dan budaya Inggris, menunjukkan antusiasme sektor swasta. Dunia usaha kedua negara memiliki kepercayaan penuh dan menantikan kerja sama China–Inggris di masa depan.
Tanggapan Terhadap Kunjungan ke Jepang
Setelah Beijing, PM Starmer dijadwalkan mengunjungi Jepang untuk bertemu PM Jepang Sanae Takaichi. Jepang saat ini memiliki hubungan yang kurang baik dengan China. Kunjungan ini menarik perhatian karena dinamika regional yang kompleks.
Menanggapi rencana tersebut, Guo Jiakun menyatakan bahwa China tidak berkomentar mengenai hubungan Inggris dan Jepang. Beijing selalu berharap perkembangan hubungan antarnegara dapat membantu menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.
Pencapaian Kunjungan dan Prospek Ekonomi
Kesepakatan penting yang dihasilkan dari kunjungan PM Starmer ke China mencakup investasi senilai 10,9 miliar poundsterling oleh AstraZeneca. Investasi ini akan digunakan untuk membangun fasilitas manufaktur di China. Ini adalah bukti konkret dari penguatan kerja sama ekonomi.
Selain itu, terdapat perjanjian pengurangan tahapan birokrasi bagi eksportir Inggris, yang akan mempermudah akses pasar. Kolaborasi dalam penanganan tantangan kesehatan seperti resistensi antimikroba juga menjadi fokus. Ini menunjukkan cakupan kerja sama yang luas.
Menurut Departemen Bisnis dan Perdagangan Inggris, Amerika Serikat merupakan mitra dagang tunggal terbesar Inggris pada tahun 2025. Sementara itu, China berada di peringkat keempat. Penguatan hubungan ini berpotensi mengubah lanskap perdagangan global.
Sumber: AntaraNews