Prabowo Rampungkan Lawatan di Inggris, Lanjutkan Perjalanan ke Davos Hadiri WEF
Presiden Prabowo di Inggris telah menyelesaikan serangkaian agenda penting di London, termasuk bertemu PM Keir Starmer dan Raja Charles III, sebelum bertolak ke Davos untuk World Economic Forum.
Presiden Prabowo Subianto telah merampungkan lawatannya di London, Inggris, pada Rabu sore waktu setempat, 21 Januari 2026. Setelah serangkaian pertemuan penting, Prabowo melanjutkan perjalanannya menuju Davos, Swiss, untuk menghadiri World Economic Forum (WEF).
Prabowo terbang menggunakan pesawat Garuda Indonesia-1 dari Bandar Udara Stansted, London. Keberangkatan Presiden Prabowo dilepas oleh Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Britania Raya merangkap Irlandia dan Organisasi Maritim Internasional Desra Percaya, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey, serta Atase Pertahanan Indonesia untuk Inggris merangkap Norwegia Kolonel Inf. Wiyata Sempana Aji.
Selama di London, Prabowo melaksanakan berbagai agenda strategis yang berfokus pada penguatan kerja sama bilateral. Kunjungannya ini menegaskan komitmen Indonesia dalam menjalin relasi internasional yang kuat di berbagai sektor global.
Diplomasi Ekonomi dan Pendidikan di London
Selama kunjungannya di London, Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan penting dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di kantornya, 10 Downing Street, pada Selasa, 20 Januari 2026 siang. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo dan Starmer bertemu empat mata, kemudian memimpin pertemuan bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Inggris untuk membahas kemajuan Kemitraan Strategis kedua negara.
Setelah itu, Prabowo juga bertemu dengan Wakil PM Inggris David Lammy, yang diselingi dengan jamuan makan siang. Dalam kesempatan ini, Presiden Prabowo berdiskusi dengan perwakilan CEO dari Indonesia dan Inggris, menjajaki peluang investasi dan kerja sama ekonomi, termasuk kemitraan maritim senilai 4 miliar poundsterling.
Tidak hanya fokus pada ekonomi, Presiden Prabowo di Inggris juga menunjukkan perhatian pada sektor pendidikan. Ia bertemu dengan Russell Group, sebuah kelompok yang terdiri dari 24 universitas terkemuka di Inggris, untuk menjajaki peluang kerja sama bidang pendidikan.
Pertemuan Khusus dengan Raja Charles III
Pada Rabu pagi, 21 Januari 2026, agenda Presiden Prabowo di Inggris dilanjutkan dengan pertemuan bersama Raja Charles III. Pertemuan ini melibatkan kelompok filantropi dan pegiat lingkungan untuk membahas isu-isu krusial terkait pelestarian dan konservasi satwa di Lancaster House.
Diskusi mengenai isu lingkungan ini menunjukkan komitmen Indonesia dan Inggris terhadap keberlanjutan global. Prabowo menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan perlindungan keanekaragaman hayati.
Setelah pertemuan tersebut, Presiden Prabowo melanjutkan perjalanan kaki menuju kediaman Raja Charles III di Clarence House, London. Pertemuan antara Presiden Prabowo dan Raja Charles III ini menjadi agenda terakhir Prabowo di London dan berlangsung secara tertutup.
Bertolak ke Davos untuk WEF
Usai menuntaskan serangkaian agenda padat di London, Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Davos, Swiss, pada Rabu sore, 21 Januari 2026. Keberangkatan ini menandai transisi dari diplomasi bilateral di Inggris ke forum multilateral global, yakni World Economic Forum (WEF).
Dalam perjalanan menuju Davos, Presiden Prabowo didampingi oleh beberapa pejabat penting, termasuk Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, dan putranya, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo, atau Didit Hediprasetyo.
World Economic Forum di Davos akan menjadi kesempatan bagi Presiden Prabowo untuk mempresentasikan visi dan misi Indonesia di kancah global. Forum ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama baru serta memperkuat posisi Indonesia dalam isu-isu ekonomi dan geopolitik dunia.
Sumber: AntaraNews