Seskab Ungkap Detail Pertemuan Prabowo Macron 2,5 Jam di Élysée, Perkuat Kemitraan Strategis
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membeberkan isi penting pertemuan Prabowo Macron selama 2,5 jam di Istana Élysée, Paris, yang berkomitmen memperkuat kemitraan strategis.
Presiden Prabowo Subianto telah menyelesaikan lawatan internasionalnya dengan pertemuan penting bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris. Pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar 2,5 jam pada Jumat (23/1) malam waktu setempat ini menjadi sorotan utama. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, yang turut mendampingi, mengungkapkan detail pembahasan kedua pemimpin negara tersebut.
Dua pemimpin negara ini sebelumnya berada di Davos, Swiss, untuk menghadiri Annual Meeting World Economic Forum (WEF) 2026, di mana keduanya memberikan pidato khusus. Undangan Presiden Macron untuk jamuan makan malam menjadi agenda lanjutan yang mempertemukan Prabowo dan Macron di ibu kota Prancis.
Seskab Teddy Indra Wijaya menyatakan, “Pertemuan tertutup kedua pemimpin tersebut berlangsung sekitar 2,5 jam diawali makan malam. Kedua pemimpin berkomitmen memperkuat kemitraan strategis di berbagai bidang yang telah dibangun sejak lama, serta menyelaraskan isu-isu global antara kedua pemimpin.” Pernyataan ini menegaskan fokus utama dari pertemuan Prabowo Macron tersebut.
Memperkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Prancis
Dalam pertemuan Prabowo Macron yang berlangsung hangat, kedua kepala negara menegaskan kembali komitmen kuat mereka untuk mempererat kemitraan strategis. Kemitraan ini mencakup berbagai sektor penting, menunjukkan kedalaman hubungan bilateral yang telah terbangun selama ini antara Indonesia dan Prancis.
Seskab Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa durasi pertemuan yang mencapai 2,5 jam mengindikasikan adanya pembahasan mendalam. Diskusi tersebut tidak hanya terbatas pada aspek bilateral, tetapi juga menyentuh isu-isu global yang memerlukan koordinasi dan keselarasan posisi dari kedua negara.
Komitmen untuk memperkuat kemitraan ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi kedua belah pihak. Terutama dalam menghadapi tantangan global serta memanfaatkan peluang kerja sama di masa mendatang, mulai dari ekonomi hingga pertahanan.
Isu Global dan Peran Prancis di G7
Selain kemitraan bilateral, pertemuan Prabowo Macron juga menyoroti isu-isu global yang menjadi perhatian khusus. Prancis, sebagai salah satu negara anggota G7 dan saat ini menjabat sebagai ketua, memiliki peran penting dalam agenda internasional.
Presiden Macron didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi Prancis, termasuk Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Vincent Giraud, Penasihat Luar Negeri Emmanuel Bonne, dan Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan Prancis dalam pertemuan ini.
Sementara itu, Presiden Prabowo didampingi oleh Seskab Teddy Indra Wijaya dan Kepala Protokol Negara Andy Rachmianto. Komposisi delegasi ini mencerminkan pentingnya diplomasi tingkat tinggi dalam menyelaraskan pandangan dan kebijakan terkait isu-isu global yang kompleks.
Rangkaian Lawatan Internasional Presiden Prabowo
Kunjungan Presiden Prabowo di Paris terbilang singkat, hanya sekitar lima jam, sebelum beliau langsung bertolak kembali ke Jakarta. Setibanya di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Sabtu sore, pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa rombongan Presiden mendarat dengan selamat.
Kedatangan Presiden Prabowo di Jakarta disambut oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Mereka antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Badan Intelijen Negara M. Herindra, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta Kepala Sekretaris Pribadi Presiden RI Rizky Irmansyah.
Ketibaan ini menandai berakhirnya rangkaian lawatan luar negeri Presiden Prabowo yang padat sejak awal pekan. Perjalanan diplomatik tersebut dimulai dari London, Inggris, kemudian berlanjut ke Kota Davos, Swiss, dan diakhiri dengan pertemuan penting di Paris, Prancis.
Sumber: AntaraNews