Menperin: WEF 2026 Momen Penting Indonesia Perkuat Posisi dalam Rantai Pasok Global Melalui Investasi Industri

Partisipasi Indonesia di World Economic Forum (WEF) 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi industri nasional dalam rantai pasok global melalui fokus pada Investasi Industri berkualitas.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menperin: WEF 2026 Momen Penting Indonesia Perkuat Posisi dalam Rantai Pasok Global Melalui Investasi Industri
Partisipasi Indonesia di World Economic Forum (WEF) 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi industri nasional dalam rantai pasok global melalui fokus pada Investasi Industri berkualitas. (AntaraNews)

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, merupakan momen strategis. Partisipasi ini bertujuan untuk memperkuat posisi industri nasional dalam rantai pasok global.

Pemerintah Indonesia berkomitmen pada kebijakan investasi industri yang berfokus pada pendalaman struktur industri dan peningkatan keterlibatan pelaku industri dalam negeri. Hal ini termasuk industri kecil dan menengah (IKM), serta perluasan jejaring industri nasional.

Investasi yang diharapkan masuk ke Indonesia tidak hanya bersifat finansial, melainkan juga mampu memperkuat kapabilitas industri nasional. Ini dicapai melalui alih pengetahuan dan teknologi, penguatan keterkaitan rantai pasok domestik, serta integrasi industri nasional ke dalam rantai pasok produksi global.

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan bahwa pemerintah memacu investasi yang membawa know-how dan teknologi. Investasi ini juga harus melibatkan pelaku industri lokal secara nyata.

Indonesia tidak ingin investasi bersifat enclave tetapi terhubung erat dengan ekosistem industri dalam negeri. Tujuannya adalah memberi peluang produk Indonesia terlibat dalam rantai pasok dunia.

Kebijakan ini selaras dengan pesan strategis Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang disampaikan pada WEF Annual Meeting 2026. Presiden menegaskan Indonesia sebagai negara stabil, kredibel, dan memiliki peluang besar bagi kemitraan investasi global.

Negara ini siap memajukan industri dalam negeri secara signifikan melalui investasi yang berkualitas.

Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo menjelaskan pembentukan sovereign wealth fund bernama Danantara Indonesia. Ini merupakan instrumen strategis untuk mempercepat transformasi ekonomi dan industrialisasi nasional.

Danantara Indonesia juga membuka ruang kolaborasi investasi jangka panjang serta memperkuat kemitraan strategis dengan investor global.

Menperin menyatakan bahwa Danantara menjadi fondasi kemitraan Indonesia dengan pelaku investasi global. Oleh karena itu, Indonesia menawarkan peluang investasi yang tidak hanya berorientasi pada modal, tetapi juga pada pengembangan nilai tambah industri nasional.

Investasi berkualitas akan diarahkan pada sektor-sektor unggulan yang menjadi prioritas penguatan kapasitas industri nasional.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kebijakan ekonomi Indonesia dirancang secara terukur dan berbasis data. Ini adalah fondasi utama dalam menjaga stabilitas dan disiplin fiskal.

Pendekatan tersebut menjadi kunci ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Presiden menyatakan, "Kebijakan kami telah dan akan selalu dirancang secara tepat."

Stabilitas nasional yang menopang kebijakan ekonomi tidak terjadi secara kebetulan. Hal ini terwujud berkat pilihan konsisten Indonesia untuk mengedepankan persatuan, kolaborasi, dan hubungan bersahabat dibandingkan konfrontasi.

Setiap investasi baru dipastikan memberikan dampak nyata terhadap penguatan pendidikan vokasi, peningkatan keterampilan SDM industri, serta integrasi industri nasional ke jaringan produksi dan nilai global.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi