Jepang dan Inggris Perkuat Kerja Sama Pertahanan Ekonomi di Indo-Pasifik
Pemimpin Jepang dan Inggris bertemu untuk mempererat Kerja Sama Pertahanan Ekonomi, merespons dinamika geopolitik Indo-Pasifik dan mengukuhkan komitmen terhadap kawasan bebas dan terbuka.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dijadwalkan bertemu di Tokyo pada Sabtu (31/1). Pertemuan ini bertujuan untuk menyepakati peningkatan kerja sama di bidang pertahanan hingga keamanan ekonomi. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dinamika geopolitik yang berkembang pesat di kawasan Indo-Pasifik.
Kedua pemimpin tersebut kemungkinan akan menegaskan kembali komitmen kuat mereka. Mereka bertekad mewujudkan “Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka” di tengah meningkatnya pengaruh militer China. Kunjungan Starmer ke Jepang merupakan bagian dari misi diplomatik penting di Asia.
Peningkatan hubungan ini juga didorong oleh upaya Tokyo dan London menghadapi invasi Rusia ke Ukraina. Mereka meyakini bahwa keamanan Indo-Pasifik dan Euro-Atlantik memiliki keterkaitan erat. Ini menunjukkan pandangan strategis kedua negara yang semakin menyatu.
Memperkuat Kemitraan Strategis di Indo-Pasifik
Pertemuan antara PM Takaichi dan PM Starmer menandai langkah signifikan dalam memperkuat kemitraan strategis. Ini terjadi di tengah kekhawatiran bersama mengenai ekspansi militer China di kawasan Indo-Pasifik. Kedua negara berupaya menjaga stabilitas regional melalui diplomasi dan kerja sama pertahanan.
Komitmen terhadap “Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka” menjadi inti pembahasan. Prinsip ini menekankan pentingnya navigasi bebas dan perdagangan yang adil di perairan internasional. Jepang dan Inggris secara konsisten mendukung tatanan berbasis aturan.
Kunjungan Starmer ke Jepang melanjutkan rangkaian kunjungan diplomatiknya. Sebelumnya, ia berada di Beijing, Tiongkok, untuk menjajaki “kemitraan strategis” jangka panjang. Hal ini menunjukkan pendekatan Inggris yang seimbang dalam hubungan internasionalnya.
Kolaborasi Pertahanan dan Ekonomi yang Erat
Jepang dan Inggris telah memperdalam hubungan pertahanan mereka secara signifikan. Kedua negara adalah sekutu dekat Amerika Serikat dan anggota G7. Mereka bersama Italia mengembangkan jet tempur generasi berikutnya yang dijadwalkan rampung pada 2035.
Pandangan bahwa keamanan Indo-Pasifik dan Euro-Atlantik saling terkait menjadi landasan kerja sama ini. Invasi Rusia ke Ukraina memperkuat keyakinan ini. Kedua negara melihat ancaman global sebagai isu yang saling terhubung.
Selain pertahanan, kerja sama ekonomi juga semakin ditingkatkan. Terutama sejak Inggris keluar dari Uni Eropa pada 2020. Jepang dan Inggris merupakan ekonomi terbesar keempat dan keenam di dunia.
Pada tahun 2024, Inggris resmi menjadi anggota ke-12 Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP). Perjanjian perdagangan bebas ini dipimpin oleh Jepang. Keanggotaan ini memperkuat ikatan ekonomi kedua negara di tengah perubahan lanskap perdagangan global.
Latar Belakang dan Perkembangan Hubungan Bilateral
Perdana Menteri Takaichi, yang menjabat sejak Oktober, dan PM Starmer dijadwalkan mengadakan konferensi pers bersama. Konferensi ini akan dilaksanakan setelah pertemuan puncak mereka di Tokyo. Ini menunjukkan transparansi dan komitmen kedua pemimpin.
Pertemuan terakhir antara Takaichi dan Starmer terjadi pada November sebelumnya. Momen tersebut berlangsung di Afrika Selatan, di sela-sela KTT G20. Hal ini mengindikasikan adanya dialog berkelanjutan antara kedua pemimpin.
Bagi Keir Starmer, kunjungan ke Jepang ini merupakan perjalanan pertamanya sejak menjabat sebagai Perdana Menteri. Ia menjadi PM Inggris pada Juli 2024. Kunjungan ini menegaskan prioritas Inggris terhadap hubungan dengan Jepang.
Sumber: AntaraNews