Amerika Gempur China Lewat Tarif Tinggi, Xi Jinping: Menghalangi Jalan Orang Lain Hanya Akan Menghalangi Jalan Anda Sendiri
Presiden China Xi Jinping mengajak para pemimpin bisnis global untuk melawan proteksionisme.
Presiden China Xi Jinping mengajak para pemimpin bisnis global untuk melawan proteksionisme, dengan memanfaatkan reaksi keras terhadap kenaikan tarif AS untuk mempromosikan China sebagai mitra yang dapat diandalkan.
Dalam pertemuan yang digelar pada Jumat (29/3) di Beijing, Xi menyampaikan kritik halus terhadap kebijakan perdagangan yang diterapkan oleh Presiden AS, Donald Trump, dengan menyoroti stabilitas ekonomi China di tengah ketegangan perdagangan global.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh sekitar 40 pemimpin perusahaan besar, termasuk Stephen A. Schwarzman dari Blackstone Inc., Judy Marks dari Otis Worldwide Corp., dan Jay Y. Lee dari Samsung Electronics Co. Xi berbicara di hadapan mereka di Balai Agung Rakyat, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap negara-negara yang meningkatkan hambatan perdagangan dan menggunakannya sebagai alat politik.
"Beberapa negara membangun tembok tinggi, mendirikan tarif penghalang, mempolitisasi bisnis, dan menggunakannya sebagai alat atau senjata," ujar Xi dilansir dari Bloomberg.
Pernyataan ini diduga merujuk pada kebijakan perdagangan yang lebih proteksionis yang diambil oleh pemerintahan Trump.
"Saya berharap Anda dapat berbagi pandangan yang rasional dan melawan aturan yang mundur serta permainan zero-sum," lanjutnya.
Pesan ini merupakan bagian dari upaya Xi untuk menarik minat investor global, setelah terjadinya penurunan investasi asing ke China tahun lalu, yang mencatatkan angka terendah dalam lebih dari tiga dekade.
Di tengah pertumbuhan ekonomi yang melambat dan ketegangan geopolitik yang meningkat, Xi berkomitmen untuk memperbaiki akses pasar dan mengatasi tantangan yang dihadapi investor asing.
"China menyediakan lingkungan kebijakan yang transparan, stabil, dan dapat diprediksi," kata Xi. Ia juga menekankan bahwa China tetap menjadi "tujuan favorit" bagi investor asing, mengundang mereka untuk melihat negara tersebut sebagai peluang besar.
Upaya Xi Jinping Jaga Ekonomi China
Pada kesempatan itu, Xi juga menjelaskan pentingnya hubungan pribadi yang ia bangun dengan banyak perusahaan yang hadir, mengingat ia pertama kali bertemu dengan banyak di antaranya sebelum menjadi pemimpin China.
Dalam pertemuan tersebut, para eksekutif dari berbagai perusahaan terkemuka, termasuk Aramco, FedEx, Mercedes-Benz, dan HSBC, berbicara mengenai investasi dan peluang bisnis di China.
Meskipun Xi tidak mengungkapkan langkah konkret dalam bentuk kebijakan baru, beberapa peserta mengatakan bahwa pernyataan Xi sangat rinci dan memberikan solusi untuk masalah utama yang dihadapi perusahaan multinasional di China.
Pemimpin Komite Nasional Hubungan AS-China, Stephen Orlins, menyatakan bahwa Xi berusaha mendekatkan diri dengan perusahaan-perusahaan tersebut dan memberikan perhatian khusus terhadap tantangan yang mereka hadapi.
Namun, meskipun ketertarikan terhadap pasar China masih tinggi, beberapa CEO global mulai mempertimbangkan kembali operasi mereka di negara tersebut mengingat ketegangan yang semakin meningkat antara Tiongkok dan AS.
Ketegangan ini semakin diperparah dengan ancaman tarif lebih lanjut dari Amerika Serikat yang dapat mempengaruhi bisnis multinasional di China.
Perdana Menteri China, Li Qiang, juga menyampaikan kesiapan Tiongkok untuk menghadapi "guncangan yang melampaui ekspektasi," mengingat pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sekitar 5% pada tahun ini.
Banyak ekonom memprediksi bahwa China perlu mengeluarkan stimulus besar untuk mencapai target tersebut jika tarif impor semakin meningkat.
Meskipun menghadapi tantangan, Xi menegaskan pentingnya dialog untuk mengelola ketegangan dalam hubungan Tiongkok-AS dan menghimbau perusahaan untuk bekerja sama dalam memperkuat tatanan ekonomi global.
"Memadamkan cahaya tidak akan membuat cahaya Anda sendiri lebih terang, menghalangi jalan orang lain hanya akan menghalangi jalan Anda sendiri," pesan Xi dalam pidatonya.