Basarnas Perpanjang Pencarian Korban Kapal Tenggelam Labuan Bajo, Optimisme Tim SAR Menguat
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi memperpanjang operasi pencarian korban kapal tenggelam di Labuan Bajo, NTT. Akankah tiga WNA Spanyol yang hilang segera ditemukan?
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) secara resmi memperpanjang operasi pencarian terhadap tiga warga negara asing (WNA) asal Spanyol. Mereka merupakan korban tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Perpanjangan ini dilakukan hingga Minggu, 4 Januari, guna memaksimalkan upaya penemuan korban yang belum berhasil ditemukan hingga saat ini.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), mengonfirmasi keputusan perpanjangan tersebut. Keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh bersama seluruh unsur Tim SAR Gabungan pada Kamis, 1 Januari. Evaluasi tersebut mempertimbangkan berbagai faktor untuk memastikan efektivitas operasi.
Perpanjangan operasi ini menunjukkan komitmen Basarnas dalam menemukan para korban. Meskipun tantangan di lapangan cukup besar, harapan untuk menemukan ketiga WNA Spanyol tersebut tetap tinggi. Seluruh tim yang terlibat terus bekerja keras dengan koordinasi yang solid.
Perpanjangan Operasi SAR dan Landasan Hukumnya
Proses pencarian korban kapal tenggelam di Labuan Bajo diperpanjang selama tiga hari ke depan, terhitung sejak Jumat, 2 Januari. Perpanjangan masa operasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap peluang penemuan korban dapat dimanfaatkan secara optimal. Tim SAR Gabungan telah berkoordinasi erat untuk menyusun rencana pencarian yang lebih intensif.
Fathur Rahman menjelaskan bahwa keputusan perpanjangan operasi SAR ini berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014. Undang-undang tersebut mengatur bahwa pelaksanaan operasi SAR pada prinsipnya dilaksanakan selama tujuh hari berturut-turut sejak insiden terjadi. Namun, terdapat klausul yang memungkinkan perpanjangan apabila masih terdapat tanda-tanda atau peluang kuat untuk menemukan korban.
“Kami tetap optimistis kerja keras seluruh unsur Tim SAR Gabungan dapat membuahkan hasil dalam masa perpanjangan operasi SAR ini,” ujar Fathur Rahman. Pernyataan ini mencerminkan semangat dan dedikasi tim di lapangan yang tidak menyerah dalam menghadapi kondisi sulit. Optimisme ini menjadi pendorong utama bagi seluruh personel yang terlibat.
Dukungan Internasional dan Apresiasi Basarnas
Basarnas menyampaikan apresiasi yang tinggi atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Spanyol. Perhatian ini secara khusus disampaikan melalui Duta Besar Spanyol untuk Indonesia, menunjukkan solidaritas internasional dalam menghadapi musibah ini. Kerjasama lintas negara menjadi kunci dalam operasi pencarian yang kompleks seperti ini.
Dukungan tersebut diwujudkan dalam surat resmi yang diterima Basarnas, tertanggal 31 Desember 2025. Dalam surat tersebut, Pemerintah Spanyol menyatakan harapan besar agar operasi SAR terhadap tiga WNA Spanyol terus diupayakan semaksimal mungkin. Permintaan ini menjadi salah satu faktor penting yang mendorong Basarnas untuk memperpanjang masa pencarian.
Selain dukungan dari pemerintah asing, Basarnas juga sangat mengapresiasi kehadiran dan kesetiaan pihak keluarga korban. Mereka secara konsisten mendampingi Tim SAR Gabungan selama proses pencarian berlangsung. Kehadiran keluarga memberikan semangat moral yang tak ternilai bagi para petugas di lapangan.
Intensifikasi Upaya Pencarian Korban Kapal Tenggelam
Pada pelaksanaan operasi SAR hari ketujuh, Kamis, 1 Januari, Tim SAR Gabungan mengerahkan kekuatan penuh. Sebanyak 13 kapal dikerahkan untuk melakukan penyisiran di sepanjang area pencarian di perairan Labuan Bajo. Pengerahan armada besar ini menunjukkan keseriusan dalam mencari setiap petunjuk yang mungkin dapat mengarah pada penemuan korban.
Tidak hanya mengandalkan kapal, upaya pencarian juga didukung dengan teknologi canggih. Peralatan sonar dan hidronav milik Polairud Polda NTT turut dikerahkan untuk memindai dasar laut. Penggunaan teknologi ini diharapkan dapat membantu mendeteksi keberadaan korban atau puing-puing kapal di bawah permukaan air, terutama di area yang sulit dijangkau secara visual.
Meskipun berbagai upaya telah dilakukan dengan maksimal, hingga evaluasi terakhir, hasil yang diharapkan belum membuahkan penemuan korban. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat Tim SAR Gabungan. Mereka berkomitmen untuk terus melanjutkan pencarian dengan strategi yang lebih adaptif dan memanfaatkan setiap informasi yang ada.
Sumber: AntaraNews