Operasi SAR WNA Spanyol di Labuan Bajo Resmi Ditutup Setelah 15 Hari Pencarian
Badan SAR Nasional secara resmi menutup operasi pencarian terhadap satu WNA Spanyol yang hilang akibat tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, setelah 15 hari upaya pencarian intensif. Korban Martines Ortuno Enriquejavier masih belum ditemu
Badan SAR Nasional (Basarnas) secara resmi mengakhiri operasi pencarian terhadap Martines Ortuno Enriquejavier, seorang warga negara Spanyol yang hilang akibat insiden tenggelamnya KM Putri Sakinah. Penutupan operasi ini dilakukan di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (9/1). Keputusan ini diambil setelah tim SAR gabungan berupaya keras selama 15 hari berturut-turut untuk menemukan korban.
Insiden tenggelamnya kapal tersebut terjadi pada 26 Desember lalu, melibatkan empat korban yang dinyatakan hilang. Meskipun tiga korban lainnya telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Martines Ortuno Enriquejavier masih belum berhasil ditemukan. Upaya pencarian telah melibatkan berbagai sumber daya dan teknologi untuk menyisir area yang luas di sekitar lokasi kejadian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, selaku Koordinator Misi SAR (SMC), mengonfirmasi penutupan operasi ini. Ia menjelaskan bahwa penutupan secara simbolis dilakukan oleh Bupati Manggarai Barat, Edi Stasius Endi, bertempat di Pelabuhan Marina Labuan Bajo.
Penutupan Operasi Pencarian WNA Spanyol
Operasi SAR yang telah berlangsung selama 15 hari ini secara resmi ditutup pada Jumat, 9 Januari. Penutupan ini menandai berakhirnya fase pencarian aktif oleh tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur. Meskipun demikian, Fathur Rahman menyatakan bahwa operasi dapat dibuka kembali jika di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban yang hilang.
Selama periode pencarian, tim SAR gabungan telah mengerahkan segala upaya dan sumber daya. Mereka berjibaku siang dan malam untuk menyisir area perairan Labuan Bajo yang luas. Dedikasi tim ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan yang bertujuan menemukan seluruh korban insiden KM Putri Sakinah.
Bupati Manggarai Barat, Edi Stasius Endi, turut hadir dalam acara penutupan operasi di Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Kehadiran beliau menunjukkan dukungan pemerintah daerah terhadap upaya pencarian yang telah dilakukan. Penutupan operasi ini juga menjadi momen evaluasi terhadap seluruh proses yang telah berjalan.
Kronologi Penemuan Korban Tenggelam KM Putri Sakinah
Dari empat korban yang hilang akibat tenggelamnya KM Putri Sakinah, tiga di antaranya berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia selama operasi SAR berlangsung. Korban pertama ditemukan pada Senin, 29 Desember, sekitar pukul 06.05 WITA. Jasad perempuan warga negara Spanyol ini ditemukan sekitar 900 meter dari titik duga kapal tenggelam.
Korban kedua berhasil diidentifikasi sebagai Fernando Martin Carreras, pelatih tim B Sepak Bola Wanita Valencia, Spanyol. Ia ditemukan pada hari ke-10 pencarian, Minggu, 4 Januari, sekitar pukul 08.47 WITA. Lokasi penemuan jasadnya berjarak sekitar 1,13 nautical mile atau dua kilometer dari titik duga tenggelamnya KM Putri Sakinah.
Pada hari ke-12 operasi SAR, Selasa, 6 Januari, tim gabungan kembali menemukan satu jasad korban. Korban tersebut adalah seorang laki-laki berusia sepuluh tahun. Setelah identifikasi lebih lanjut, dipastikan bahwa korban adalah anak dari Fernando Martin Carreras, yang ditemukan sebelumnya.
Sementara itu, Martines Ortuno Enriquejavier menjadi satu-satunya korban yang belum ditemukan hingga operasi SAR resmi ditutup. Meskipun upaya maksimal telah dilakukan, keberadaannya masih menjadi misteri.
Upaya Maksimal dan Harapan Pembukaan Kembali Operasi
Fathur Rahman menjelaskan bahwa tim SAR telah berupaya sekuat tenaga untuk menemukan Martines Ortuno Enriquejavier. Berbagai langkah telah diambil, termasuk perluasan area pencarian secara signifikan. Peralatan canggih seperti sonar juga telah dikerahkan untuk mendeteksi keberadaan korban di bawah permukaan laut.
Selain itu, tim penyisiran dan penyelam profesional turut dikerahkan untuk menjelajahi setiap sudut perairan yang diduga menjadi lokasi hilangnya korban. Seluruh alat utama (alut) telah dimaksimalkan penggunaannya selama 15 hari pencarian. Namun, meskipun segala daya upaya telah dilakukan, WNA Spanyol tersebut belum juga ditemukan.
Meskipun operasi pencarian aktif telah ditutup, Basarnas memberikan harapan. Fathur Rahman menegaskan, "Namun apabila di kemudian hari terdapat tanda-tanda penemuan korban maka operasi SAR dapat dibuka kembali, Terima Kasih kepada Tim SAR Gabungan yang telah bersinergi dalam 1 tujuan kemanusiaan ini." Pernyataan ini memberikan kemungkinan untuk melanjutkan pencarian jika ada informasi baru yang signifikan.
Sumber: AntaraNews