Banjir Aceh Barat Paksa 37 Sekolah Libur, Pemkab Targetkan Normalisasi Segera
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat meliburkan 37 sekolah akibat terendam banjir setinggi satu meter, dengan target aktivitas belajar mengajar kembali normal pada 1 Desember 2025.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengambil langkah cepat dengan meliburkan aktivitas belajar mengajar di 37 unit satuan pendidikan. Kebijakan ini diberlakukan sejak Jumat hingga Sabtu (28-29/11) setelah sejumlah sekolah terendam banjir. Ketinggian air di beberapa lokasi bahkan mencapai satu meter, menyebabkan kondisi yang tidak memungkinkan untuk kegiatan belajar.
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk memastikan keselamatan siswa dan guru. Banyak sekolah, khususnya di wilayah pedalaman, yang terdampak parah oleh genangan air. Situasi ini mengharuskan pihak berwenang untuk menghentikan sementara proses pendidikan guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Selain kondisi sekolah yang terendam, banyak rumah guru dan siswa juga ikut terdampak banjir. Hal ini semakin memperkuat alasan peliburan sekolah, karena baik tenaga pengajar maupun peserta didik tidak dapat beraktivitas secara normal. Pemerintah daerah berharap kondisi dapat segera membaik agar proses belajar mengajar dapat dilanjutkan.
Dampak Banjir dan Alasan Peliburan Sekolah di Aceh Barat
Bencana banjir yang melanda wilayah Aceh Barat telah menyebabkan gangguan signifikan terhadap sektor pendidikan. Sebanyak 37 sekolah di daerah tersebut terpaksa diliburkan karena terendam air dengan ketinggian yang bervariasi, bahkan mencapai satu meter. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan para siswa dan staf pengajar.
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, menegaskan bahwa peliburan sekolah merupakan langkah preventif. "Aktivitas sekolah kita liburkan sementara, karena banyak yang terendam banjir,” kata Bupati Tarmizi di Meulaboh, Sabtu. Keputusan ini diambil untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada anak didik di tengah situasi bencana yang sedang berlangsung.
Selain kondisi fisik bangunan sekolah yang terendam, faktor lain yang menjadi pertimbangan adalah dampak banjir terhadap lingkungan tempat tinggal guru dan siswa. Banyak rumah warga, termasuk keluarga siswa dan guru, yang juga terdampak rendaman banjir. Kondisi ini secara langsung mempengaruhi kemampuan mereka untuk berpartisipasi dalam proses belajar mengajar.
Target Normalisasi Aktivitas Pendidikan Pasca-Banjir
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat telah menetapkan target untuk normalisasi kegiatan belajar mengajar di seluruh satuan pendidikan yang terdampak banjir. Pihak Pemkab berharap agar pada Senin, 1 Desember 2025, seluruh sekolah dapat kembali beroperasi seperti sedia kala. Target ini akan disesuaikan dengan perkembangan situasi terkini pasca-bencana alam.
Bupati Tarmizi menyatakan optimisme terhadap pemulihan kondisi. “Kita harapkan Senin mendatang proses belajar di sekolah terdampak banjir sudah normal,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk segera mengembalikan stabilitas pendidikan di wilayah tersebut.
Upaya pemulihan akan terus dilakukan, termasuk pembersihan sekolah dan memastikan aksesibilitas bagi siswa dan guru. Koordinasi antar instansi terkait juga akan diperkuat untuk mempercepat proses normalisasi. Fokus utama adalah memastikan lingkungan belajar yang aman dan kondusif bagi seluruh komunitas sekolah di Aceh Barat.
Sumber: AntaraNews