Sekolah Terdampak Bencana di Kota Padang Masih Belajar Daring, Siswa Lain Kembali Tatap Muka

Mulai 1 Desember 2025, siswa SD dan SMP di Kota Padang kembali belajar tatap muka, namun sekolah terdampak bencana di Kota Padang masih belajar daring. Kebijakan ini diambil pasca banjir yang melanda wilayah tersebut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Sekolah Terdampak Bencana di Kota Padang Masih Belajar Daring, Siswa Lain Kembali Tatap Muka
Mulai 1 Desember 2025, siswa SD dan SMP di Kota Padang kembali belajar tatap muka, namun sekolah terdampak bencana di Kota Padang masih belajar daring. Kebijakan ini diambil pasca banjir yang melanda wilayah tersebut. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Padang mengumumkan kembalinya aktivitas belajar mengajar tatap muka bagi siswa SD dan SMP sederajat mulai Senin, 1 Desember 2025. Keputusan ini diambil setelah kondisi kota berangsur membaik pasca-banjir yang melanda beberapa waktu lalu.

Namun, kebijakan tersebut tidak berlaku untuk semua institusi pendidikan. Sekolah terdampak bencana di Kota Padang masih belajar daring guna memastikan keselamatan dan kelancaran proses pembelajaran bagi siswa dan guru di lokasi yang belum sepenuhnya pulih.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Yopi Krislova, menjelaskan bahwa sebelumnya Wali Kota Padang telah mengalihkan seluruh proses belajar mengajar ke mode daring akibat kondisi bencana. Kini, sebagian besar siswa dapat kembali ke sekolah, kecuali mereka yang berada di wilayah terdampak parah.

Dinas Pendidikan Kota Padang telah mengeluarkan pedoman jelas mengenai pelaksanaan pembelajaran pasca-bencana. Sekolah-sekolah yang tidak mengalami dampak langsung dari banjir diizinkan untuk segera memulai kembali pembelajaran tatap muka seperti biasa.

Namun, untuk sekolah terdampak bencana di Kota Padang, terutama yang berlokasi di empat kecamatan rawan, pembelajaran daring tetap menjadi pilihan utama. Hal ini bertujuan untuk memberikan waktu bagi pemulihan infrastruktur sekolah serta memastikan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.

Yopi Krislova menambahkan bahwa prioritas utama adalah keselamatan seluruh warga sekolah. Oleh karena itu, keputusan untuk melanjutkan pembelajaran daring di sekolah-sekolah yang terdampak adalah langkah preventif yang penting.

Banjir yang melanda Kota Padang merupakan akibat dari hujan deras berintensitas tinggi yang turun hampir sepanjang Sabtu, 22 November 2025 hingga Jumat, 28 November 2025. Curah hujan yang merata di seluruh wilayah Sumatera Barat menyebabkan sejumlah titik di Kota Padang terendam banjir.

Bencana ini tidak hanya mengakibatkan genangan air, tetapi juga banjir bandang yang menimbulkan kerusakan signifikan. Banyak rumah warga mengalami kerusakan parah, infrastruktur publik terganggu, dan bahkan menelan korban jiwa.

Setidaknya tujuh orang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana ini, menunjukkan betapa seriusnya dampak yang ditimbulkan. Empat kecamatan yang paling parah terdampak adalah Koto Tangah, Nanggalo, Kuranji, dan Pauh, di mana banyak sekolah terdampak bencana di Kota Padang berada.

Selain kebijakan untuk sekolah yang terdampak, Pemerintah Kota Padang juga memberikan kelonggaran bagi siswa secara individu. Siswa yang rumahnya terdampak bencana, meskipun sekolah mereka tidak mengalami kerusakan, diizinkan untuk tetap mengikuti pembelajaran secara daring.

Kebijakan ini berlaku untuk sementara waktu, guna memberikan kesempatan bagi siswa dan keluarga mereka untuk memulihkan diri dari dampak bencana. Fleksibilitas ini diharapkan dapat mengurangi beban psikologis dan logistik yang dialami oleh para siswa dan orang tua.

Dinas Pendidikan Kota Padang terus memantau kondisi di lapangan dan akan memberikan informasi terbaru seiring dengan perkembangan situasi. Tujuannya adalah memastikan tidak ada siswa yang tertinggal dalam proses pembelajaran akibat kondisi darurat ini, termasuk mereka yang sekolah terdampak bencana di Kota Padang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi