Alissa Wahid: Seharusnya Kita Tak Setuju Kalau Diajak Menyakiti Umat Lain
Orangtua dan guru sebagai sosok pembimbing serta pendidik harus bisa menorehkan pengaruh positif
Direktur Nasional GusDurian Network Indonesia (GNI), Alissa Wahid melihat media sosial kembali disusupi narasi-narasi intoleran. Untuk itu perlu pengawasan ekstra agar anak-anak tidak terpapar.
Alissa menerangkan bahwa anak-anak dapat diibaratkan seperti kertas putih. Orangtua dan guru sebagai sosok pembimbing serta pendidik harus bisa menorehkan pengaruh positif.
"Apa yang menjadi jati diri anak kelak ketika mereka dewasa adalah buah dari pendidikan dan bimbingan orang-orang terdekat mereka," ujar Alissa dalam keterangannya, Rabu (17/12).
Menurutnya, anak-anak harus diisi dengan dengan nilai-nilai dasar yang toleran, cinta perdamaian, dan berakhlak mulia.
Alissa mengulas ajaran budi pekerti diajarkan para Kiai Nahdlatul Ulama (NU) untuk menjaga tiga ukhuwah (persaudaraan). Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim), Ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesama warga sebangsa), dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama manusia).
"Ukhuwah wathaniyah ini, mungkin tidak melihat latar belakang agama ataupun suku, golongan, itu tidak dilihat. Jika memang memiliki tiga ukhuwah ini, maka seharusnya tidak setuju kalau diajak menyakiti umat yang lain," tegasnya.
Alissa berharap agar prinsip dan keyakinan yang berorientasi menjunjung tinggi akhlak yang mulia bisa ditanamkan kepada generasi muda.
"Dengan demikian, anak punya kesadaran untuk mengingat nasihat-nasihat yang baik dari orang tua mereka," tandasnya.