Wakil Wali Kota Semarang Soroti Peran Guru Pembentuk Karakter di Era Digital
Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, menegaskan pentingnya Peran Guru Pembentuk Karakter di tengah gempuran media sosial dan teknologi. Simak bagaimana pendidik didorong untuk adaptif demi masa depan generasi muda.
Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, mengingatkan kembali akan krusialnya peran guru dalam pembentukan karakter siswa di tengah dinamika perkembangan zaman. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Halalbihalal Keluarga Besar Koordinator Satuan Pendidikan (Korsatpen) Kecamatan Ngaliyan, Semarang, pada Kamis (02/4).
Menurut Iswar, tugas guru kini tidak hanya terbatas pada aspek pengajaran akademis semata, melainkan juga sebagai pilar utama dalam membangun moral dan etika generasi penerus bangsa. Hal ini menjadi sangat relevan mengingat pengaruh masif media sosial yang dapat membentuk atau bahkan mengikis nilai-nilai budaya, sehingga menegaskan peran guru pembentuk karakter yang fundamental.
Beliau menekankan bahwa para pendidik memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan siswa tetap memegang teguh nilai-nilai budaya serta jati diri sebagai bangsa Indonesia. Tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks menuntut adaptasi dan inovasi dari seluruh elemen pendidikan.
Guru sebagai Pilar Utama Pembentukan Karakter Siswa
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin secara tegas menyatakan bahwa peran guru telah berkembang jauh melampaui fungsi tradisional sebagai pengajar. Guru kini diamanahkan sebagai pembentuk karakter siswa, sebuah tugas yang krusial di era modern ini.
Pengaruh media sosial yang sangat besar menjadi perhatian utama, sebab dapat memengaruhi perilaku dan pandangan hidup generasi muda. Oleh karena itu, Iswar menekankan tanggung jawab kolektif, khususnya bagi para pendidik, untuk membimbing siswa agar tidak kehilangan nilai-nilai budaya dan jati diri bangsa Indonesia, menguatkan peran guru pembentuk karakter.
Pendidikan karakter menjadi benteng penting dalam menghadapi arus informasi dan budaya asing yang mudah diakses melalui platform digital. Guru diharapkan mampu menanamkan fondasi moral yang kuat, etika, serta rasa nasionalisme sejak dini kepada para peserta didik.
Adaptasi Teknologi dan Keseimbangan Digital dalam Pendidikan
Iswar Aminuddin juga menyoroti kompleksitas tantangan dunia pendidikan yang semakin meningkat, terutama akibat kemajuan teknologi dan dominasi media sosial. Perkembangan ini membawa dampak signifikan terhadap perilaku dan pola pikir generasi muda saat ini.
Merespons kondisi tersebut, para pendidik didorong untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi yang pesat. Kemampuan memanfaatkan teknologi secara positif menjadi kunci untuk menciptakan pembelajaran yang relevan dan menarik bagi siswa, tanpa melupakan esensi peran guru pembentuk karakter.
Namun, adaptasi teknologi ini harus diimbangi dengan pendidikan karakter yang kuat. Penting bagi guru untuk menjaga keseimbangan antara kecakapan digital siswa dengan penanaman nilai-nilai moral dan etika, memastikan teknologi digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.
Memperkuat Sinergi dan Kebersamaan Pendidik
Kegiatan Halalbihalal Keluarga Besar Korsatpen Kecamatan Ngaliyan ini, menurut Iswar, merupakan momentum strategis untuk memperkuat sinergi antarpendidik. Kebersamaan ini esensial dalam mendukung pembangunan Kota Semarang yang berkelanjutan.
Beliau menegaskan bahwa fondasi yang kuat berasal dari kebersamaan, yang memungkinkan seluruh elemen masyarakat bergerak maju bersama. Dengan sinergi yang solid, para pendidik dapat saling mendukung dan berkolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan.
Selain itu, Iswar juga menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya acara silaturahmi pasca-Idul Fitri 1447 Hijriah ini. Halalbihalal tidak hanya sebagai tradisi, tetapi juga sarana memperkuat hubungan antarmanusia (hablum minannas) setelah menjalankan ibadah Ramadan (hablum minallah).
Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin, serta berharap amal ibadah selama Ramadan diterima Allah SWT. Acara ini dihadiri oleh kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan di Kecamatan Ngaliyan.
Sumber: AntaraNews