Wawali Tangerang: Peran Guru Ngaji Benteng Moral Masyarakat di Era Digital
Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan menyoroti krusialnya Peran Guru Ngaji sebagai benteng moral di tengah arus informasi digital yang penuh tantangan. Pemerintah Kota Tangerang berkomitmen penuh mendukung dedikasi mereka.
Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan, menekankan pentingnya peran guru ngaji sebagai benteng moral masyarakat. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Pembinaan Guru Ngaji di Aula MUI Kecamatan Tangerang pada Selasa, 3 Desember. Acara tersebut bertujuan untuk memperkuat dedikasi para pengajar agama.
Menurut Maryono, di tengah tantangan era digital yang marak dengan informasi tidak sesuai fakta, guru ngaji memiliki tugas mulia. Mereka tidak hanya mengajarkan Al-Qur'an, tetapi juga membentuk karakter dan moral generasi muda. Pemerintah berjanji akan terus memberikan dukungan.
Pembinaan berkelanjutan ini menjadi ujung tombak pendidikan keagamaan serta pembentukan karakter. Komitmen ini sejalan dengan visi Pemkot Tangerang untuk membangun masyarakat yang berakhlakul karimah, maju, sejahtera, dan berdaya saing.
Peran Strategis Guru Ngaji di Tengah Arus Digital
Di era digital yang penuh dengan informasi, baik yang benar maupun yang menyesatkan, guru ngaji memegang peranan vital. Mereka berfungsi sebagai filter dan pembimbing moral bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Tantangan ini membutuhkan ketahanan moral yang kuat.
Maryono Hasan menegaskan bahwa guru ngaji tidak hanya sekadar pengajar baca Al-Qur’an. Lebih dari itu, mereka adalah pembentuk karakter dan penanam nilai-nilai luhur. Peran ini sangat krusial untuk mencegah disintegrasi sosial akibat informasi hoaks.
Seperti yang disampaikan Wakil Wali Kota Maryono Hasan, “Guru ngaji bukan hanya mengajarkan baca Al-Qur’an, tetapi membentuk karakter dan moral generasi. Pemerintah akan terus mendukung agar tugas mulia ini berjalan semakin baik.” Pembentukan karakter religius dan berakhlak mulia bukanlah tugas yang mudah, namun sangat penting.
Dedikasi para guru ngaji dalam membimbing generasi muda mencintai Al-Qur’an menjadi landasan kuat. Ini adalah fondasi bagi pembentukan akhlak dan moral bangsa yang kokoh.
Komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam Mendukung Guru Ngaji
Pemerintah Kota Tangerang menunjukkan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para guru ngaji. Apresiasi ini diwujudkan melalui berbagai bentuk dukungan konkret yang berkelanjutan. Tujuannya adalah memastikan tugas mulia para guru ngaji dapat berjalan optimal.
Sebagai wujud dukungan nyata, Pemkot Tangerang memberikan insentif bulanan sebesar Rp350.000 kepada guru ngaji dan marbot. Insentif ini diharapkan dapat meringankan beban dan memotivasi mereka. Ini adalah langkah konkret dalam menghargai jasa mereka.
Selain insentif, pemerintah juga secara rutin mengadakan program pembinaan dan pelatihan. Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru ngaji. Dengan demikian, mereka dapat menjalankan peran pendidikan keagamaan secara lebih maksimal.
Peningkatan Kompetensi untuk Generasi Qur'ani
Kegiatan pembinaan yang diselenggarakan merupakan manifestasi dukungan pemerintah kepada guru ngaji. Camat Tangerang, Yudi Pradana, menyatakan bahwa pembinaan ini penting untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan.
Melalui pembinaan ini, diharapkan kompetensi guru ngaji dapat terus meningkat. Peningkatan kemampuan ini akan berdampak positif pada metode pengajaran mereka. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif dan inspiratif.
Dengan kompetensi yang lebih baik, peran guru ngaji dalam mendidik generasi Qur’ani akan berjalan lebih maksimal. Mereka akan lebih siap menghadapi tantangan zaman. Ini akan memastikan bahwa nilai-nilai keagamaan tetap tertanam kuat pada generasi penerus bangsa.
Sumber: AntaraNews