Ada Kasus Asusila, Pramono Tetap Lanjutkan Kebijakan Taman 24 Jam
Pramono menyebut taman akan menjadi lokasi utama untuk merayakan Hari Ulang Tahun Jakarta yang akan digelar pekan depan.
Gubernur Jakarta Pramono Anung merespons laporan dugaan tindakan asusila yang terjadi di taman yang beroperasi 24 jam. Ia menyatakan, laporan tersebut telah diterima dan langsung ditindaklanjuti oleh pihak terkait.
"Bahwa saya mendapatkan masukan, termasuk di salah satu taman ada muda-mudi yang pacaran kemudian terekam di dalam CCTV dan saya sudah mendapatkan laporannya. Tentunya yang seperti ini ditertibkan," ujar Pramono di Jakarta, Senin (16/6).
Meski menerima laporan tersebut, Pramono menegaskan kebijakan taman yang dibuka selama 24 jam tetap akan dilanjutkan. Bahkan, ia menyebut taman akan menjadi lokasi utama untuk merayakan Hari Ulang Tahun Jakarta yang akan digelar pekan depan.
"Bukan kemudian taman yang buka 24 jam terus stop, enggak. Termasuk nanti untuk acara HUT Jakarta saya sudah meminta untuk diadakan di salah satu taman yang dibuka 24 jam. Karena mendapatkan respons publik yang luar biasa," ungkap Pramono.
Perluasan Jam Operasional
Selain taman, kebijakan memperpanjang jam buka fasilitas publik seperti perpustakaan juga dikomentari Pramono. Ia menolak anggapan hal ini berkaitan dengan upaya menghindari tawuran pelajar.
"Seperti tempat ini, perpustakaan ketika saya buka jam 10, orang kan mengaitkan ini dengan tawuran, orang berantem, padahal enggak ada hubungannya. Ini membuat berbagai tempat di Jakarta nantinya akan menjadi lebih mudah untuk dinikmati masyarakat dan kenyataannya sekarang ini yang datang luar biasa," katanya.
Menurut Pramono, tingkat kunjungan masyarakat ke perpustakaan meningkat signifikan, bahkan di hari-hari biasa.
"Bukan hanya hari ini saja (akhir pekan). Hampir setiap hari seperti ini (perpustakaan menjadi lebih ramai)," tambahnya.
Spanduk Imbauan di Taman Langsat
Salah satu taman yang menjadi sorotan akibat tindakan asusila adalah Taman Langsat, Kebayoran Baru. Menindaklanjuti laporan tersebut, Satpol PP Jakarta Selatan memasang belasan spanduk berisi larangan berbuat asusila.
"Pemasangan spanduk ini sebagai imbauan agar pengunjung taman tidak melakukan kegiatan yang melanggar norma dan mengganggu ketertiban umum," ujar Kepala Satpol PP Jakarta Selatan Nanto Dwi Subekti, Minggu (15/6), seperti dilansir dari Antara.
Sebanyak 15 spanduk telah dipasang di seluruh area taman sebagai bagian dari sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga norma serta ketertiban di ruang publik.