6 Saksi Diperiksa Terkait Ledakan Maut yang Tewaskan Satu Bocah
Dari hasil pemeriksaan saksi sementara bahwa dari pemilik rumah bahwa ada seorang anak berinisial T membeli bahan peledak dari toko online.
Penyidik Polrestabes Semarang terus melakukan penyelidikan terkait ledakan yang menyebabkan tewasnya seorang anak 9 tahun di rumah Kampung Tambakrejo, Kota Semarang, Jumat (20/3). Penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi.
"Ada enam saksi yang kita periksa mulai dari penghuni rumah hingga saksi yang mengetahui kejadian awal," kata Kapolrestabes Semarang Brigjen Pol M Syaduddi, Jumat (20/3).
Dari hasil pemeriksaan saksi sementara bahwa dari pemilik rumah bahwa ada seorang anak berinisial T membeli bahan peledak dari toko online. T tersebut merupakan cucu Rondiyah (50).
"Jadi bahan itu disimpan dalam rumah tak sesuai prosedur maka terjadi ledakan. Kita sedang dalami jaringannya pengedarnya termasuk tim pemasoknya," jelasnya.
Korban Anak Dilakukan Autopsi
Sedangkan untuk G anak umur 9 tahun korban meninggal dunia sedang dilakukan outopsi dan dua orang luka ringan Rondiyah (50) dan Rela (25).
"Untuk autopsi dilakukan di RSUP Kariadi, sedangkan dua korban luka hanya dibagian tangan dan sejumlah badan, sekarang sudah kembali ke rumah," jelasnya.
Dari lokasi kejadian polisi menyita barang bukti sisa bahan peledak, sisa mercon, kembang api.
Sedangkan pasca ledakan Tim gabungan yang terdiri dari Inafis Polrestabes Semarang, Laboratorium Forensik, dan Gegana Polda Jateng telah melakukan sterilisasi dan olah TKP di sebuah rumah di Kampung Tambakrejo, Kota Semarang, Jumat (20/3).
Sterilisasi dilakukan untuk memastikan tidak ada sisa bahan peledak yang masih berpotensi membahayakan warga sekitar.
"Jadi setelah dilakukan sterilisasi TKP, kami nyatakan steril dan tak ada barang bukti bahan peledak di lokasi kejadian," pungkasnya.
Kronologi
Sebelumnya, sebuah rumah yang terletak di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, kerusakan cukup parah akibat ledakan yang mengguncang kawasan tersebut, Jumat (20/3) pukul 01.15 wib.
Insiden tragis ini mengakibatkan satu orang anak GL 9 tahun ditemukan di ruang tengah dalam keadaan meninggal dunia dan dua orang mengalami luka luka.
"Benar, ada ledakan satu orang meninggal anak umur 9 tahun dan dua luka-luka lecet masih dalam perawatan medis," kata Kapolsek Gayamsari Kompol Yuna Ahadiyah saat di konfirmasi, Jumat (20/3).
Ledakan yang merusak rumah Rondiyah diduga dipicu dengan aktivitas perakitan petasan. Namun polisi masih menyelidiki sebab pasti ledakan tersebut.