Sembilan orang korban ledakan petasan di kawasan Noyontaan, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan mengalami luka bakar dan luka-luka. Tiga korban masih menjalani perawatan intensif lantaran mengalami luka bakar.
Koordinator IGD RS Siti Khodijah, Nungki Ardila menyebut, luka yang dialami korban didominasi luka bakar. Tiga korban lainnya masih dirawat di ruang inap RS Siti Khotijah akibat luka yang cukup serius. Dua korban dirawat di RSUD Bendan.
"Empat orang rawat jalan, sedangkan tiga lainnya masih dirawat," kata dia.
Adapun tingkat luka bakar korban bervariasi antara 20 hingga 50 persen. Satu korban bahkan mengalami luka berat hingga harus menjalani tindakan medis lanjutan berupa amputasi pada bagian jari. "Ada yang diamputasi jari kakinya," ungkapnya.
Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setiyanto mengatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikan dengan berkoordinasi dengan tim Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kekuatan daya ledak dari petasan yang digunakan.
"Kami masih menunggu hasil dari Labfor untuk memastikan daya ledak,” kata dia.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan 41 selongsong petasan berisi bahan peledak dan masih ada yang belum dikasih bahan bubuk. "35 selongsong di antaranya sudah terisi bahan peledak, sementara enam lainnya masih kosong," jelasnya.
Advertisement
Polisi juga tidak menemukan sisa bubuk petasan di lokasi karena seluruhnya telah dimasukkan ke dalam selongsong. Berdasarkan keterangan sementara, bahan peledak yang digunakan diperkirakan mencapai 1,5 kilogram.
"Bahan tersebut diduga diperoleh melalui pembelian secara daring. Hasil sementara daya ledak petasan tersebut masuk kategori sedang," ujarnya.
Hingga saat ini, polisi masih menunggu hasil resmi dari tim Laboratorium Forensik.
Hasil tersebut akan menentukan tingkat daya ledak serta kemungkinan adanya unsur kelalaian atau pelanggaran hukum. "Jadi untuk kondisi korban yang masih dirawat terus dipantau intensif oleh tim medis," pungkasnya.