Ledakan Rumah Tambakrejo, Polisi Periksa Rumah Diduga Ada Bahan Peledak Dibeli Online
Saat ini petugas juga melakukan pemeriksaan sejumlah saksi atas kejadian ledakan rumah tersebut.
Tim gabungan yang terdiri dari Inafis Polrestabes Semarang, Laboratorium Forensik, dan Gegana Polda Jateng telah melakukan sterilisasi dan olah TKP pasca ledakan di sebuah rumah di Kampung Tambakrejo, Kota Semarang, Jumat (20/3). Sterilisasi dilakukan untuk memastikan tidak ada sisa bahan peledak yang masih berpotensi membahayakan warga sekitar.
"Jadi setelah dilakukan sterilisasi TKP, kami nyatakan steril dan tak ada barang bukti bahan peledak di lokasi kejadian," kata Kapolrestabes Semarang Brigjen Pol M Syaduddi, Jumat (20/3).
Saat ini petugas juga melakukan pemeriksaan sejumlah saksi atas kejadian ledakan rumah tersebut. Dari hasil keterangan sementara pemilik rumah bahwa ada seorang anak berinisial T membeli bahan peledak dari toko online tiktok Shop.
"Jadi bahan itu disimpan dalam rumah tak sesuai prosedur maka terjadi ledakan. Kita sedang dalami jaringannya pengedarnya termasuk tim pemasoknya," jelasnya.
Sedangkan untuk korban meninggal dunia sedang dilakukan outopsi dan dua orang luka ringan Rondiyah (50) dan Rela (25).
"Untuk autopsi dilakukan di RSUP Kariadi, sedangkan korban luka hanya dibagian tangan dan sejumlah badan, sekarang sudah kembali ke rumah," katanya.
Ledakan Dipicu Perakitan Petasan
Sebelumnya, sebuah ledakan merusak rumah Rondiyah warga Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Ledakan itu diduga dipicu adanya aktivitas perakitan petasan. Imbas dari aktivitas itu membuat anak umur 9 tahun meninggal dunia dan 2 orang luka-luka. Atas insiden itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.
Saksi, Imam (34), mengatakan saat kejadian, ia bersama warga sedang membuat kreasi untuk malam takbir di Masjid, dilanjutkan makan bersama para pemuda. Tiba-tiba terdengar suara dentuman keras sekali.
"Suara keras sekali ada kepulan asap tapi tidak ada apinya," kata dia.
Kaget mendengar suara dentuman sangat keras disertai kepulan asap tebal. Akhirnya ia bersama warga keluar dan mencari sumber ledakan.
Warga yang panik kemudian segera menghubungi Bhabinkamtibmas setempat. Tak lama berselang, petugas dari Polsek Gayamsari tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan dan memasang garis polisi.
Dari lokasi kejadian, seorang anak berinisial GL (9) ditemukan meninggal dunia. Selain itu, dua orang lainnya, RL (25) dan Rondiyah (50), mengalami luka lecet akibat insiden tersebut.