100 Hari Kerja Luthfi-Taj Yasin, Banjir Pantura Masih jadi PR
Mengacu survei Indikator Polirik, tingkat kepuasan publik pada 100 hari kinerja Gubernur Jateng mencapai 62 persen.
Indikator Politik merilis survei kepuasan publik di 100 hari kinerja kepala daerah yang dilantik pada 20 Februari 2025. Survei kali ini hanya fokus pada kinerja gubernur dan wakil gubernur di enam provinisi di Pulau Jawa.
Mengacu survei tersebut, tingkat kepuasan publik pada 100 hari kinerja Gubernur Jateng mencapai 62 persen.
Di masa Pilkada 2024 lalu, pasangan Luthfi dan Taj Yasin memiliki enam visi misi yang dijabarkan dalam 11 program prioritas. Antara lain, pesantren obah yakni penambahan dana pengembangan pesantren, Desa maju dan berdaya, 1 KK 1 rumah layak huni, hingga kesejahteraan di bidang pendidikan. Dari belasan program prioritas itu, mana yang bisa keduanya realisasikan di 100 hari pemerintahan mereka?
Gebrakan di 100 Hari Pertama
Dirangkum merdeka.com, di awal pemerintahannya, pasangan ini membentuk forum rektor yang melibatkan 44 perguruan tinggi di Jawa Tengah. Forum ini bertujuan untuk mendukung 29 program prioritas mereka.
Di bidang kesehatan, keduanya menggandeng Poltekkes Kemenkes Semarang dalam program KKN Tematik, yang melibatkan 600 mahasiswa. Keterlibatan mahasiswa diharapkan membantu mencegah stunting dan TBC di berbagai desa di Jawa Tengah.
Selain itu, Luthfi juga meluncurkan program kesehatan inovatif Dokter Spesialis Keliling (Speling). Program ini bertujuan memberikan layanan kesehatan gratis yang berkualitas pada masyarakat dan mudah dijangkau
Sejak diluncurkan pada 4 Maret 2025, program Spelin ini sudah berhasil mendukung pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Dalam jangka pendek, sasaran utama program Speling di Jawa Tengah adalah warga di 70 desa kategori miskin yang tersebar di 35 kabupaten/kota.
Di sektor lingkungan, program desalinasi air di Kota Pekalongan menjadi inovasi yang menarik perhatian. Teknologi ini memungkinkan 250 kepala keluarga di Rusunawa Slamaran menikmati air tawar dari sumber air payau, dan program ini akan diperluas ke daerah pesisir lainnya seperti Demak, Rembang, dan Jepara.
Sementara di bidang pendidikan, Pemprov Jateng menjalin kemitraan dengan sekolah swasta melalui pemberian pendidikan gratis bagi siswa miskin. Sebanyak 139 sekolah swasta telah bermitra dalam program ini, dengan alokasi Rp2 juta per siswa per tahun.
Program kemitraan ini disambut positif sejumlah sekolah swasta maupun para stake holder terkait.
SMK Widyaanggala Purbalingga menjadi salah satu sekolah yang digandeng dalam program sekolah kemitraan. Setidaknya ada enam desa yang akan didatangi, yakni Desa Babagan, Desa Selabaya, Desa Kalimanah Wetan, Desa Kalimanah Kulon, Desa Kelapa Sawit, dan Desa Kalikabong.
Selain itu, Pemprov Jateng juga mendirikan Sekolah Menengah Atas Negeri Keberbakatan Olahraga (SMANKO) Jateng) di kawasan Olahraga Jatidiri, Semarang. Sekolah ini dirancang untuk mencetak atlet berprestasi dengan pendidikan formal yang terintegrasi.
SMANKO Jateng akan menjadi andalan Provinsi Jawa Tengah dalam mencetak atlet berprestasi. Sekolah ini menunjang peningkatan prestasi olahraga, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Banjir Rob di Pantura Jateng
Namun, beberapa program masih menjadi perhatian masyarakat. Seperti peningkatan infrastruktur digital hingga stabilisasi harga pangan.
Selain itu, terkait banjir rob di wilayah pantai utara (pantura) Jawa Tengah.
Di Kabupaten Demak, banjir rob yang kian parah membuat warga Lengkong, Sayung, Kabupaten Demak bernama Muhammad Miftah meminta dikunjungi KDM (Kang Dedi Mulyadi) viral di medsos. Permintaannya itu karena merasa pemimpin Jawa Tengah tidak ada yang mengunjungi wilayahnya.
Padahal banjir sudah melanda sejak enam bulan lalu dan menjadi tradisi tahunan. Usai viral, video tersebut direspon Wakil Gubernur Taj Yasin dengan mengunjungi warga bernama Sipriyadi yang rumahnya masih terendam air, menyampaikan rasa haru sekaligus lega karena perhatian pemerintah akhirnya sampai ke desa mereka.