100 Hari Kinerja Khofifah-Emil Dardak, Janji-Janji Kampanye Sudah Terealisasi?
Mengacu survei Indikator Politik, tingkat kepuasan publik terhadap Gubernur Jatim Khofifah Indarparawansa sekitar 76 persen
Indikator Politik Indonesia merilis survei kepuasan publik di 100 hari kerja gubernur di sejumlah provinsi. Seperti diketahui, ratusan kepala daerah termasuk gubernur dan wakil gubernur sudah dilantik serentak pada 20 Februari 2025 lalu.
Dalam survei tersebut, Indikator Politik fokus menyorot 100 hari kinerja gubernur dan wakil gubernur di Pulau Jawa. Dari enam provinsi, tingkat Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mendapatkan tingkat kepuasan tertinggi yakni 94,7 persen. Sementara tingkat kepuasan untuk gubernur lainnya yakni Gubernur Jakarta Pramono Anung yaitu 60 persen, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi yakni 62 persen. Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X sekitar 84 persen, lalu Gubernur Jatim Khofifah Indarparawansa sekitar 76 persen. Tingkat kepuasan terendah Gubernur Banten, Andra Soni, yakni 51 persen.
Visi Misi Khofifah-Dardak
Sebelum dilantik menjadi Gubernur Jawa timur, pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak mengusung visi dan misi yang berfokus pada kemakmuran, keadilan, serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Pilgub Jawa Timur 2024 lalu.
Visi mereka adalah mewujudkan Jawa Timur yang adil, makmur, unggul, dan berkualitas SDM-nya. Untuk mencapai visi tersebut, mereka merancang sembilan misi yang dinamakan Nawa Bhakti Satya 2, sebagai kelanjutan dari program yang telah dijalankan pada periode pertama2.
Beberapa program utama yang mereka usung antara lain:
- Jatim Cerdas dan Jatim Sehat, yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan.
- Jatim Berkah Amanah, yang merupakan gabungan dari program sebelumnya, yaitu Jatim Berkah dan Jatim Amanah.
- Pembangunan infrastruktur, dengan capaian pembangunan yang telah mencapai 35% per Mei 2024, melampaui target nasional sebesar 30% pada 2045.
- Keberlanjutan lingkungan, dengan Jawa Timur menjadi provinsi dengan luas mangrove terbesar di Pulau Jawa, yang berkontribusi pada target net zero emission pada 2060.
- Pemerataan layanan kesehatan, termasuk alokasi APBD untuk pendidikan dokter spesialis.
Khofifah dan Emil menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk pengusaha, akademisi, buruh, dan tokoh agama, untuk membangun Jawa Timur yang lebih maju dan sejahtera. Mereka juga berkomitmen untuk menjalankan kampanye secara santun dan konstruktif, dengan menampilkan kisah nyata perjalanan kepemimpinan mereka selama lima tahun terakhir.
Pada 9 Desember 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur lalu merampungkan rekapitulasi hasil pemungutan suara dan menetapkan pasangan Khofifah-Emil sebagai pemenang dengan 12.192.165 suara atau 58,81%2.
6 Februari 2025 – KPU Jawa Timur secara resmi menetapkan Khofifah-Emil sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih dalam rapat pleno terbuka.
20 Februari 2025 – Khofifah-Emil dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.
Kini, dalam 100 hari pertama periode kedua kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Dardak, Jawa Timur sudah menunjukkan sejumlah pencapaian yang sejalan dengan visi dan misi mereka saat pencalonan.
Realisasi Janji Kampanye
Jika dibandingkan dengan janji kampanye mereka, beberapa program unggulan telah berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari masyarakat.
Berdasarkan survei The Republic Institute, 71,4% warga Jawa Timur menyatakan puas dengan kinerja Khofifah-Emil dalam 100 hari pertama. Ini menunjukkan bahwa program yang mereka jalankan sesuai dengan harapan masyarakat.
Transportasi publik yang Lebih Baik Salah satu program yang mendapat apresiasi tinggi adalah Bus Trans Jatim, yang diperluas cakupannya dan mendapat dukungan dari 92,9% responden.
Ini sejalan dengan misi mereka untuk meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat.
Kemudian, program Pembangunan Infrastruktur dan Perumahan Program di mana pembangunan rumah subsidi juga mendapat respons positif, dengan 84,7% warga berharap program ini terus berlanjut.
Ini menunjukkan komitmen mereka dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah.
Ketahanan Pangan dan Stabilisasi Harga Dalam sektor pangan, kebijakan stabilisasi harga dan distribusi pangan dinilai berhasil menjaga daya beli masyarakat, dengan 77,6% responden menyatakan puas.
Ini sejalan dengan janji mereka untuk memperkuat ketahanan pangan di Jawa Timur.
Digitalisasi dan Peningkatan Layanan Publik Pemerintah provinsi juga mendorong digitalisasi pelayanan publik, yang menjadi bagian dari strategi mereka untuk meningkatkan efisiensi birokrasi dan akses layanan bagi masyarakat.
Namun, tantangan tetap ada. Ekspektasi masyarakat terhadap kepemimpinan mereka semakin tinggi. Sehingga konsistensi dan peningkatan kualitas program menjadi kunci keberlanjutan keberhasilan mereka.
Melihat program-progam yang berjalan, dalam digambarkan Khofifah-Emil masih terus berupaya memenuhi janji kampanye dengan langkah-langkah konkret. Upaya itu mulai terlihat di 100 hari pertama kinerja pasangan yang kembali menjabat di periode kedua.
Sementara itu, berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia, 75,3% warga Jawa Timur menyatakan puas dengan kinerja Khofifah, sementara 71,7% responden memberikan penilaian positif terhadap Emil.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyebut bahwa kepuasan terhadap Khofifah cukup tinggi. Namun, dia yakin capaian itu biasa lebih tinggi andai mantan menteri sosial itu baru memanfaatkan media sosial sebagai tempat untuk mempublikasikan kinerjanya.
“Kepuasan ke Gubernur Jatim Khofifah cukup tinggi, saya kira bahkan bisa lebih tinggi lagi jika dioptimalkan sosial medianya,” ujar Burhanuddin dalam paparan survei.
Sejumlah program unggulan yang dijanjikan dalam kampanye mulai menunjukkan hasil nyata. Beberapa sektor yang mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat antara lain, stabilitas ekonomi, dan transportasi publik yang diwujudkan melalui bus trans Jatim.
Meski banyak pencapaian positif, beberapa janji kampanye masih menghadapi tantangan. Salah satunya adalah, digitalisasi layanan publik, yakni program percepatan digitalisasi masih dalam tahap awal dan belum berdampak signifikan.
Meski demikian, masyarakat tetap optimis dan memiliki ekspektasi tinggi terhadap kepemimpinan mereka. Di satu sisi publik berharap agar program-program yang belum berjalan bisa segera dipercepat.
Dengan tingkat kepuasan yang cukup tinggi, Khofifah dan Emil memiliki modal kuat untuk melanjutkan program-program strategis mereka. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam memastikan bahwa seluruh janji kampanye dapat direalisasikan secara optimal.