Survei Kepuasan 100 Hari Kerja Gubernur: Dedi Mulyadi 95%, Andra Soni 51%
Hasilnya, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mendapatkan tingkat kepuasan paling tinggi dari seluruh gubernur di Indonesia.
Indikator Politik Indonesia merilis survei kepuasan publik setelah 100 hari kerja gubernur di sejumlah provinsi. Survei dilakukan pada 12-19 Mei 2025.
Hasilnya, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mendapatkan tingkat kepuasan paling tinggi dari seluruh gubernur di Indonesia.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi membeberkan, kepuasan publik terhadap Gubernur Banten, Andra Soni sebesar 51 persen.
"Sementara di Jawa Barat, itu total 94,7 persen. Jadi kalau dibulatkan berapa itu, 95 persen warga Jawa Barat yang puas sama Dedi Mulyadi. Bahkan yang menarik, khusus yang menjawab sangat puas itu di Jawa Barat tinggi sekali," kata Burhanuddin dalam jumpa pers di kantornya, Rabu (28/5).
"Nah ini mengingatkan kepada saya tingkat kepuasan terhadap Presiden Jokowi di NTT, itu yang sangat puas lebih tinggi ketimbang yang mengatakan cukup puas," sambungnya.
Sri Sultan dan Khofifah
Kemudian, tingkat kepuasan masyarakat terhadap Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yaitu 60 persen. Selanjutnya, kepuasan warga Jawa Tengah terhadap Gubernur Ahmad Luthfi yakni 62 persen.
Selanjutnya, untuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) puas dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X itu kurang lebih sekitar 84 persen.
Sementara itu, di Jawa Timur (Jatim) yang mengaku puas terhadap Khofifah Indarparawansa sekitar 76 persen.
"Nah itu ya, jadi ada variasi di situ, tapi yang paling tinggi memang kepuasan terhadap Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat," ujarnya.
Faktor Kepuasan
Menurutnya, tingkat kepuasan masyarakat itu bukan semata-mata karena faktor teknokratik melainkan faktor emosi atau afeksi.
"Nah pertanyaannya adalah, apakah kepuasan itu murni karena faktor teknokratik atau faktor yang lain. Nah studi-studi kami, misalnya saya pernah menulis bersama kolega saya, itu menunjukkan tingkat kepuasan kepada pemimpin di Indonesia itu tidak semata-mata faktor teknokratik," ungkapnya.
"Jadi bukan semata-mata faktor kinerja, tapi banyak juga sumbangan dari faktor emosi atau afeksi," pungkasnya.
Adapun survei ini dilakukan secara wawancara tatap muka. Dalam survei ini, melibatkan 500 responden yang berasal dari Jakarta. Sementara 600 responden berasal Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Kemudian, 400 responden berasal dari Banten dan Yogyakarta. Penarikan sampel dilakukan dengan metode multi stage random sampling.
Sementara itu, tingkat kepercayaan atau margin of error survei ini berkisar antara 5% untuk 400 responden; 4,5% untuk 500 responden dan 4,1% untuk 600 responden.