Survei Poltracking: 65,4% Responden Sebut Ada Perbaikan Kondisi Rumah Tangga dan 54,2% Ada Lebih Banyak Lapangan Kerja

Hanta juga mencatat suara responden yang sebagian besar menyatakan bahwa pendapatan mereka meningkat dalam tahun terakhir.

Muhammad Radityo Priyasmoro
Survei Poltracking: 65,4% Responden Sebut Ada Perbaikan Kondisi Rumah Tangga dan 54,2% Ada Lebih Banyak Lapangan Kerja
Besarnya jumlah lowongan pekerjaan tersebut itu bisa dimanfaatkan oleh para pencari kerja. (BAY ISMOYO/AFP) (Besarnya jumlah lowongan pekerjaan tersebut itu bisa dimanfaatkan oleh para pencari kerja. (BAY ISMOYO/AFP))

Poltracking Indonesia telah melaksanakan survei mengenai kondisi rumah tangga responden selama satu tahun terakhir. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden merasa bahwa keadaan mereka telah membaik.

"Sebanyak 65,4% responden mengaku kondisi kehidupan rumah tangganya, mulai dari aspek sosial, ekonomi, kesehatan, dan pendidikan menjadi lebih baik. Sedangkan yang berkata sebaliknya, hanya sebesar 26,6% dan 8% menjawab tidak tahu atau tidak menjawab," kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda, saat konferensi pers daring pada Minggu (19/10/2025).

Selain itu, Hanta juga mencatat bahwa mayoritas responden melaporkan peningkatan pendapatan dalam setahun terakhir. Jumlah responden yang merasakan peningkatan tersebut selisih setengahnya dengan mereka yang merasakan penurunan.

"Total, 60,7% menjawab penghasilannya lebih baik, sementara itu, 31,8% menjawab lebih buruk. Sedangkan 7,5% tidak menjawab atau mengaku tidak tahu," jelas Hanta.

Menurut Hanta, hasil survei ini juga didukung oleh meningkatnya jumlah lapangan kerja. Sebagian besar responden, yaitu 54,2%, melaporkan adanya perubahan dalam ketersediaan lapangan kerja.

"Angka 54,2% terdiri dari dua gabungan jawaban responden, 7,9% menjawab sangat lebih banyak lapangan kerja dalam setahun terakhir dan 46,3% menjawab ada perubahan dari ketersediaan lapangan kerja dibanding tahun lalu," rinci Hanta.

Di sisi lain, responden yang merasa bahwa jumlah lapangan kerja dalam setahun terakhir berkurang mencapai 37,4%. Sementara itu, 8,4% responden menjawab tidak tahu atau tidak memberikan jawaban. Diketahui bahwa survei Poltracking Indonesia dilakukan antara 3-10 Oktober 2025. Total ada 1.220 orang yang berpartisipasi sebagai responden dengan margin of error +/- 2,9% dan tingkat kepercayaan 95%. Wawancara survei dilakukan oleh surveyor yang terlatih secara langsung atau tatap muka.

Survei: 65,4% Kondisi Rumah Tangga Lebih Baik, 54,2% Anggap Lapangan Kerja Lebih Banyak
Sejumlah pencari kerja memadati arena Job Fair di kawasan Jakarta, Rabu (27/11/2019). Job Fair tersebut digelar dengan menawarkan lowongan berbagai sektor untuk mengurangi angka pengangguran. © 2025 Liputan6.com

Hasil survei yang dilakukan oleh Poltracking Indonesia menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam setahun terakhir cukup merata di seluruh wilayah Indonesia.

"Relatif hampir merata di semua kewilayahan yang kita lakukan cross tabulation (tabulasi silang) mengapresiasi positif atau puas terhadap kinerja pemerintah," ungkap Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda Rasyid, dalam rilis survei yang disampaikan secara daring dari Jakarta pada Minggu (19/10/2025).

Menurut penjelasannya, responden yang paling puas dengan kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran berasal dari Jawa Timur, dengan persentase mencapai 85,4 persen. Selanjutnya, Kalimantan menyusul dengan 83,9 persen, diikuti oleh Sumatera yang mencatat 83,2 persen.

Selain itu, 78,7 persen responden dari Jawa Barat juga menyatakan kepuasan, sedangkan di wilayah Jakarta-Banten, tingkat kepuasan mencapai 77,1 persen. Sebaran responden yang merasa puas lainnya meliputi 72,4 persen dari Sulawesi, 70,7 persen dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, 67,2 persen dari Bali dan Nusa Tenggara, serta 63,1 persen dari Maluku-Papua.

Secara keseluruhan, 78,2 persen responden merasa puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, yang terdiri dari 9,8 persen yang sangat puas dan 68,3 persen yang cukup puas. Kepuasan responden ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kepemimpinan yang tegas dan berwibawa (18,8 persen), bantuan pemerintah yang tepat sasaran (12,3 persen), program MBG (10,4 persen), upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi (8,1 persen), serta kinerja yang terbukti (6,2 persen).

Di sisi lain, terdapat 19,3 persen responden yang merasa tidak puas, di mana 17,3 persen mengaku kurang puas dan 2 persen menyatakan sangat tidak puas. Alasan utama ketidakpuasan ini meliputi ketidakstabilan ekonomi (26,7 persen), bantuan yang tidak tepat sasaran (15,7 persen), kasus korupsi (8,9 persen), harga kebutuhan pokok yang tinggi (7 persen), dan kurangnya lapangan kerja (6,3 persen).

"Lima alasan ini yang kami rekam penting masukan buat pemerintahan Prabowo-Gibran," kata Hanta. Dari segi bidang, tingkat kepuasan responden tertinggi tercatat pada sektor pendidikan, yaitu 79 persen. Sektor kesehatan mengikuti dengan 76,6 persen, pertahanan dan keamanan 75,5 persen, serta sosial budaya 74,9 persen.

Namun, ada beberapa bidang yang tingkat kepuasannya berada di bawah 70 persen, seperti hukum dan pemberantasan korupsi (68,2 persen), politik dan stabilitas nasional (65,7 persen), serta ekonomi (57,4 persen).

"Dari semua bidang-bidang, itu bidang ekonomi yang selalu paling rendah, yaitu 57,4 persen tingkat kepuasan di bidang ekonomi. Ini mungkin menjadi saran masukan pada pemerintahan sekarang yang menjadi penilaian publik," tambahnya.

Rekomendasi