10 Orang Jadi Tersangka Bentrokan di Kemang, Polisi Amankan Senapan dan Parang
Dalam proses penangkapan, polisi menyita sejumlah barang bukti berbahaya, termasuk senjata api dan senjata tajam.
Sebanyak 27 orang diamankan oleh kepolisian terkait bentrokan antar kelompok yang terjadi di kawasan Kemang Raya, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Rabu (30/4). Dari jumlah tersebut, 10 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
"Dari 10 orang yang ada di depan ini kita sudah melakukan penetapan tersangka," kata Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Selatan AKP Igo Fazar Akbar dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Jumat (2/5).
Dalam proses penangkapan, polisi menyita sejumlah barang bukti berbahaya, termasuk senjata api dan senjata tajam.
"Empat pucuk senapan angin berjenis PVC, tiga buah senjata tajam berjenis parang, satu unit mobil Agya, No. Pol B-2880-SYU, warna kuning, delapan unit handphone dan enam buah pakaian yang dikenakan pelaku di TKP," ujar Igo.
Para tersangka dijerat dengan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 karena kedapatan membawa dan menggunakan senjata api serta senjata tajam secara ilegal.
"Pasal 2 Ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang penyalahgunaan senjata tajam. Ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun," pungkasnya.
Dipicu Sengketa Lahan
Bentrokan yang terjadi pada Rabu pagi sekitar pukul 09.00 WIB itu sempat terekam dalam video amatir dan viral di media sosial. Dalam rekaman, tampak sejumlah orang membawa senjata laras panjang.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, bentrokan dipicu oleh sengketa lahan antara dua pihak.
“Tadi pagi ada peristiwa di daerah Kemang Raya, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, sekitar jam 09.00 WIB. Ada salah satu pihak sekitar 20 orang mendatangi lokasi bidang tanah di Kemang Raya,” ujar Ade Ary kepada wartawan.
Namun kedatangan kelompok tersebut langsung dihadang oleh pihak lain yang merupakan ahli waris lahan.
“Dihalangi oleh sekelompok ahli waris sehingga terjadi sedikit keributan. Ada aksi saling lempar, kemudian menyebabkan sedikit kemacetan,” jelasnya.