Bentrok Warga Pecah di Tual Maluku, Kapolres Terluka Akibat Kena Panah saat Membubarkan Massa
Kerusuhan antara warga Kampung Lama dan Kampung Baru terjadi di Tual, Maluku, menyebabkan ketegangan di antara kedua kelompok tersebut.
Bentrokan antara kelompok warga terjadi di Kota Tual, Maluku, pada Selasa (24/2). Kedua pihak terlibat dalam serangan yang berlangsung hingga larut malam, bahkan menggunakan bom molotov. Aksi saling serang ini melibatkan warga Fidatan Kampung Lama dan Kampung Baru, yang mengakibatkan sejumlah korban, termasuk Kapolres Tual, AKBP Whansi Des Asmoro, yang terkena panah. Insiden ini diduga dipicu oleh aksi saling sindir di media sosial.
Menurut Aipda Husinjaya Korwaka, Ps Kasubsi PID Humas Polres Tual, saat bentrokan berlangsung, Wakapolres Tual, Kompol Roni F Manawan, tiba di lokasi bersama personel Dalmas.
"Saat tiba di TKP, Kompol Roni lalu melakukan imbauan. Selanjutnya Kapolres Tual AKBP Whansi Des Asmoro, tiba dan memimpin upaya pembubaran massa," kata Roni. Namun, saat upaya pembubaran dilakukan, tiba-tiba busur panah mengenai AKBP Whansi. Dalam situasi tersebut, kelompok pemuda Fiditan Kampung Lama masih melawan hingga akhirnya diminta mundur.
Kapolres Tual mengalami luka akibat busur panah yang mengenai lutut kaki kiri bagian bawah. "Saat itu, sebagian kelompok Kampung Lama masih melakukan perlawanan sebelum akhirnya diminta kembali ke pos pengamanan depan puskesmas," tambah dia.
Terkait dengan bentrokan ini, Ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi Maluku, Yunus Serang, mengajak seluruh masyarakat Kota Tual untuk bersama-sama menjaga suasana tetap kondusif, terutama di bulan Ramadan.
"Semoga kita semua dapat memahami makna sebenarnya dari bulan yang suci ini," ujar Yunus dalam keterangannya, Rabu (25/2).
Yunus juga menekankan bahwa momen Ramadan seharusnya menjadi kesempatan untuk refleksi dan penguatan harmoni sosial di tengah masyarakat.
Dia menambahkan bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat nilai toleransi, serta meningkatkan kepedulian antarsesama.
Dia mengingatkan seluruh warga agar saling menghargai perbedaan, menjaga tutur kata dan perilaku, serta menghindari segala bentuk tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas) di lingkungan masing-masing.
Semua Pihak Perlu Berperan Aktif
Yunus menekankan bahwa menjaga stabilitas keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi merupakan kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat. Sudah saatnya pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta pengurus RT dan RW berperan aktif dalam memperkuat pengawasan dan membangun kerja sama yang sinergis guna mencegah potensi konflik.
"Kita perlu melakukan pengawasan dan kerja sama yang sinergis untuk mencegah aktivitas yang dapat meresahkan dan menjadi pemicu konflik antarwarga maupun gesekan yang tidak diinginkan," tandasnya.
Dengan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat, diharapkan suasana Ramadan di Kota Tual dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh keberkahan.
Lebih lanjut, Yunus mengingatkan bahwa stabilitas keamanan adalah faktor penting yang mendukung kemajuan daerah. Saat ini, Kota Tual menjadi perhatian sejumlah investor di bidang kelautan dan perikanan.
Selain itu, Kota Tual juga menjadi tuan rumah bagi lima Kampung Nelayan Merah Putih, sebuah program strategis nasional yang digagas oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Peletakan batu pertama untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Ohoi Lebetawi, Kecamatan Dullah Utara, menunjukkan komitmen pemerintah dalam memajukan daerah. Dengan demikian, perhatian terhadap stabilitas keamanan akan sangat berpengaruh dalam menarik investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.