Kronologi Cekcok Antar Pemuda Berujung Bentrokan di Maluku Tengah
Kejadian ini bermula adanya laporan dari salah satu pemuda kepada rekan-rekannya. Dia mengaku terkena pukul remaja desa lain.
Bentrokan antara pemuda Desa Tulehu dan Desa Tial, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah terjadi pada Senin (31/3/2025) sore.
Kejadian ini bermula adanya laporan dari salah satu pemuda kepada rekan-rekannya. Dia mengaku terkena pukul remaja desa lain. Polisi menduga, bentrokan pecah dipicu remaja yang mabuk sehingga emosi mereka tersulut.
Perkelahian ini berawal ketika seorang pemuda Desa Tial, yang berinisial SL, menegur tiga pemuda dari Desa Tulehu, JM, RO, dan AS yang sedang mengendarai sepeda motor di Dusun Salameti, Desa Tial.
"Sebenarnya bentrokan itu hanya penganiayaan saja, karena kebawa kepicu dari minuman saja. Jadi setelah pemuda dari Tulehu itu minum, dapat informasi bahwa temannya terkena pukul di daerah Tial," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Aries Aminullah saat dihubungi merdeka.com, Selasa (1/4).
Tidak terima ditegur, ketiga pemuda tersebut berhenti dan melakukan penganiayaan terhadap SL menggunakan senjata tajam (sajam). Kejadian ini memicu reaksi spontan masyarakat setempat yang kemudian melakukan penganiayaan terhadap ketiga pelaku.
“Ada pemuda di sana duduk di atas motor terus didatangi, beradu mulut lah itu," sambungnya.
Mereka bertanya dengan nada yang disebutnya cukup keras.
"Ditanya dengan nada keras, 'kamu yang mukul teman saya?'. Akhirnya terjadilah cekcok, ribut. Karena masyarakat itu melihat mereka terjadi penganiayaan di situ, akhirnya mereka lah," sebutnya.
"Karena mungkin spontan akhirnya melihat orang begitu kan akhirnya dia melakukan ini istilahnya melerai perlawanan itu," tambahnya.
Akibatnya, korban berinisial RO meninggal dunia, sementara JM dan AS mengalami luka-luka serius dan dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Tulehu untuk perawatan medis.
Dalam kejadian tersebut, petugas pun turut mengamankan empat orang yang diduga berada di lokasi kejadian. Mereka diduga terlibat dalam perkelahian.
"Jadi baru diambil-ambil keterangan. Karena kita enggak berani memastikan untuk bahwa ini pelaku atau enggak. Karena kita kan baru merangkai semuanya, mencari saksi-saksi semuanya untuk menentukan siapa pelakunya," sambungnya.
Kapolda Maluku Irjen Pol Eddy Sumitro langsung turun tangan dan melakukan konsolidasi dengan pemerintah daerah untuk menyelesaikan persoalan ini. Sehingga, tidak terjadi bentrokan susulan dan kelompok pemuda bisa berdamai.
"Akhirnya ada titik temu dan mereka, Forkompinda termasuk Pemerintah Negeri Tual sama Tulehu, Tial sama Tulehu menjamin bahwa situasi kondusif dan masyarakat bisa melaksanakan aktivitas seperti biasa. Barusan selesai beliau," ucapnya.