Kodim Puncak Jaya Tangani Pertikaian Warga di Pegeleme, Situasi Kondusif

Prajurit Kodim 1714/Puncak Jaya berhasil menengahi pertikaian antar warga di Pegeleme, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, yang berawal dari kesalahpahaman adat, memastikan situasi kembali kondusif.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kodim Puncak Jaya Tangani Pertikaian Warga di Pegeleme, Situasi Kondusif
Prajurit Kodim 1714/Puncak Jaya berhasil menengahi pertikaian antar warga di Pegeleme, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, yang berawal dari kesalahpahaman adat, memastikan situasi kembali kondusif. (AntaraNews)

Prajurit Komando Distrik Militer (Kodim) 1714/Puncak Jaya sigap membantu menangani pertikaian antarwarga yang terjadi di Pegeleme, Distrik Pegeleme, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah. Insiden ini bermula dari kesalahpahaman terkait aturan adat saat pelaksanaan acara bakar batu, yang kemudian memicu bentrokan serius. Kehadiran dan upaya mediasi dari Kodim 1714/Puncak Jaya menjadi kunci dalam meredakan ketegangan.

Pertikaian yang terjadi pada Rabu (26/11) tersebut melibatkan dua kelompok warga yang berselisih paham mengenai batas wilayah adat. Dandim 1714/Puncak Jaya, Letkol Inf Bagus Kurniawan, menjelaskan bahwa salah satu kubu dianggap melanggar batas wilayah adat, sehingga memicu aksi saling serang dan perang panah di tengah keramaian. Peristiwa ini sempat menimbulkan kepanikan di kalangan warga setempat, termasuk anak-anak sekolah.

Menanggapi situasi yang memanas, Kodim 1714/Puncak Jaya segera mengambil langkah cepat dan terukur untuk memulihkan keamanan. Dengan pendekatan persuasif dan mediasi, pihak Kodim berhasil mengumpulkan kepala suku dari kedua kubu yang bertikai. Upaya perundingan ini bertujuan untuk mencari penyelesaian damai dan menghentikan konflik yang berpotensi meluas.

Kronologi dan Dampak Pertikaian Antarwarga

Pertikaian antarwarga di Pegeleme bermula dari kesalahpahaman saat acara bakar batu yang diselenggarakan oleh kelompok 01. Kelompok 02 dituding melanggar batas wilayah adat dengan melintasi sektor yang seharusnya dihindari, memicu kemarahan dan bentrokan. Insiden ini dengan cepat Eskalasi menjadi aksi saling serang menggunakan panah, menciptakan suasana mencekam di lokasi kejadian.

Bentrokan tersebut menimbulkan dampak serius, termasuk korban jiwa dan luka-luka. Satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat terjatuh dari kendaraan saat insiden berlangsung, sementara tiga orang lainnya mengalami luka-luka akibat terkena panah. Situasi yang memanas ini juga menyebabkan kepanikan di antara warga, termasuk anak-anak sekolah yang berada di area kejadian, sehingga memerlukan tindakan cepat dari pihak berwenang.

Dandim 1714/Puncak Jaya, Letkol Inf Bagus Kurniawan, menyatakan, “Situasi sempat memanas karena warga panik termasuk anak-anak sekolah yang berada di area kejadian.” Pernyataan ini menunjukkan betapa gentingnya kondisi saat itu dan urgensi penanganan yang cepat untuk menghindari korban lebih lanjut serta memulihkan ketertiban umum di wilayah tersebut.

Langkah Mediasi dan Pemulihan Keamanan oleh Kodim

Setelah menerima laporan mengenai pertikaian, Kodim 1714/Puncak Jaya segera bergerak cepat untuk melakukan pendekatan persuasif. Langkah awal yang diambil adalah mengumpulkan para kepala suku dari kedua kubu yang bertikai. Tujuannya adalah untuk memfasilitasi perundingan damai dan mencari solusi yang dapat diterima oleh semua pihak, demi mengakhiri konflik yang terjadi.

Melalui perundingan yang intensif, pihak Kodim berhasil menghentikan pertikaian antarkelompok tersebut. Keberhasilan ini menunjukkan efektivitas pendekatan dialog dan mediasi dalam menyelesaikan konflik adat. Letkol Inf Bagus Kurniawan menegaskan bahwa setelah perundingan, situasi keamanan di Kabupaten Puncak Jaya telah kembali kondusif, menandakan keberhasilan upaya penanganan konflik.

Selain mediasi, Babinsa Kodim 1714/Puncak Jaya juga berperan aktif dalam mengevakuasi warga sipil, khususnya anak-anak sekolah, dari lokasi konflik. Mereka dibawa ke Markas Kodim 1714/Puncak Jaya untuk mengamankan diri hingga kondisi dinyatakan aman sepenuhnya. “Berbagai upaya dilakukan dengan cepat dan terukur sehingga kedamaian terwujud,” tambah Dandim, menyoroti komitmen Kodim dalam menjaga stabilitas wilayah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi