Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan bicara soal bentrokan antara dua kelompok terkait pengosongan lahan berperkara di Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (3/12). Farhan meminta baik pihak massa yang menduduki lahan maupun yang hendak mengosongkan lahan menahan diri.
"Apa pun masalahnya, semua bisa diselesaikan dengan kepala dingin. Konflik dengan kekerasan hanya akan menimbulkan masalah baru," kata Farhan, dalam keterangannya, Rabu (3/12).
Advertisement
Farhan mengaku prihatin akan adanya konflik yang kembali terjadi di kawasan itu. Oleh karena itu, dia meminta semua pihak turut menjaga Kota Bandung tetap kondusif dan minta agar tidak terprovokasi dan menghormati proses hukum sedang berlangsung.
"Saya sangat menghargai dan mengapresiasi sikap pihak-pihak yang menahan diri," kata Farhan.
Farhan menegaskan, Pemkot Bandung berkomitmen untuk terus hadir dan menjadi bagian dari solusi atas setiap dinamika yang terjadi di tengah masyarakat. Termasuk soal menjamin azas kepastian hukum.
"Dengan semangat kebersamaan dan musyawarah, kita yakin setiap persoalan dapat diselesaikan secara damai, bermartabat, dan berkeadilan," ujar Farhan.
Dia juga memastikan Pemkot Bandung menjamin keselamatan warga. "Keselamatan warga hal yang paling utama," tegas Farhan.
Seperti diketahui, bentrok di kawasan Sukahaji hari ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, sehubungan kegiatan pengosongan lahan. Sempat reda, bentrok kembali memanas pada sore pukul 16.55 WIB. Namun situasi terkini Adapun situasi terkini pukul 19.00 WiB kawasan Sukahaji, telah kondusif.
“Jajaran Polrestabes Bandung sudah berada di sini. Di-backup oleh Polda Jabar. Untuk kedua belah pihak sudah kembali ke tempat masing-masing,” kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono didampingi Kasatreskrim Kompol Anton di lokasi.
Menurut Budi, dari warga sudah ke dalam. Dari yang mengaku pemilik lahan juga sudah kembali dan tidak ada pergerakan.
Budi memastikan kepolisian terus bersiaga di sekitar lokasi lahan berperkara guna mengantisipasi bentrok susulan dan tindakan-tindakan yang berpotensi mengganggu ketentraman dan ketertiban di tengah masyarakat.
“Kami sekarang masih standby di Taman Sakura, di perempatan untuk menjaga tidaknya bentrokan susulan dan juga mencegah terjadinya bentrokan susulan dan menjaga kegiatan yang mungkin bersifat anarkis dan lain-lain,” pungkas dia.