Cara Mudah Membayar Pelunasan Biaya Haji Hanya Lewat Handphone
Dari total kuota haji Indonesia yang mencapai 221.000 jemaah pada tahun 2025, sebanyak 185.000 di antaranya adalah calon jamaah yang telah menabung di BSI.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) tengah mempersiapkan layanan yang optimal bagi calon jamaah haji yang akan melakukan pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) untuk periode 1446 Hijriah.
Dari total kuota haji Indonesia yang mencapai 221.000 jemaah pada tahun 2025, sebanyak 185.000 di antaranya adalah calon jamaah yang telah menabung di BSI.
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, menyatakan bahwa BSI telah menyiapkan berbagai layanan untuk memudahkan nasabah dalam melakukan pelunasan haji. Layanan tersebut dapat diakses melalui seluruh kantor cabang BSI, Net Banking, BSI Mobile, dan lebih dari 113.000 agen BSI.
Selain itu, Kementerian Agama RI juga telah mengumumkan jadwal pelunasan haji, dengan tahap pertama berlangsung dari 14 Februari hingga 14 Maret 2025, dan tahap kedua dari 24 Maret hingga 17 April 2025.
"BSI telah menyiapkan layanan untuk memfasilitasi pelunasan haji para jamaah. Mulai dari kantor cabang, BSI Net maupun agen laku pandai BSI Agen dan BSI Mobile. Persiapan dan kesiapan jaringan sudah dilakukan. Kami ingin proses pelunasan haji dapat dilakukan dengan aman dan mudah dijangkau masyarakat," ungkap Anton.
Tahun ini, jumlah nasabah tabungan haji yang berhak melunasi pada Tahap I di BSI mencapai 164.905 jamaah, atau sekitar 81 persen dari total jamaah haji Indonesia.
Dari segi distribusi geografis, nasabah yang berhak lunas tabungan haji BSI terbanyak berasal dari Kabupaten Bogor, diikuti oleh DKI Jakarta, Kabupaten Sidoarjo, Kota dan Kabupaten Bekasi, serta Kabupaten Bandung.
Perusahaan memperkirakan akan ada peningkatan jumlah akun tabungan haji sebanyak 2 juta, sehingga totalnya mencapai 7,6 juta nomor akun (NoA) pada tahun 2025. Sejalan dengan proyeksi tersebut, BSI menargetkan peningkatan dana pihak ketiga (DPK) dari tabungan haji sebesar 45,5 persen (year on year/yoy) menjadi Rp21,1 triliun pada akhir tahun 2025.
Calon jamaah haji yang ingin melunasi biaya BPIH dapat melakukannya melalui BSI Mobile dengan langkah-langkah sebagai berikut:
- Buka aplikasi BSI Mobile
- Login
- Pilih menu "Bayar" lalu menu "Haji dan Umroh"
- Pilih menu "Pelunasan Haji" lalu pilih nomor rekening yang akan dijadikan sumber pembayaran
- Masukkan nomor porsi yang akan dilunasi lalu masukkan nomor Pin BSI Mobile
- Konfirmasi data, dan apabila telah sesuai klik "Selanjutnya"
- Transaksi berhasil, nomor porsi telah dilakukan pelunasan
- Nasabah menerima resi pelunasan haji
BSI Salurkan Zakat Rp 268,6 Miliar Selama Tahun 2024
PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) mengumumkan bahwa mereka telah menyalurkan zakat perusahaan sebesar Rp268,6 miliar sepanjang tahun 2024.
Penyaluran zakat ini merupakan bagian dari keberhasilan perusahaan yang mencatatkan kinerja positif dengan laba bersih mencapai Rp7,01 triliun, yang menunjukkan pertumbuhan sekitar 22,83% dibandingkan tahun sebelumnya (yoy).
Tribuana Tunggadewi, Direktur Compliance & Human Capital BSI, menyatakan bahwa peningkatan laba BSI tersebut melebihi rata-rata pertumbuhan industri. Capaian ini mendorong perusahaan untuk meningkatkan kontribusi sosialnya melalui penyaluran zakat yang lebih optimal.
"Sepanjang tahun 2024, BSI telah menyalurkan zakat Rp268,6 miliar untuk berbagai sektor manfaat. Di antaranya ekonomi, pendidikan, kemanusiaan, kesehatan dan dakwah advokasi. Tercatat sekitar 225.651 masyarakat menjadi penerima manfaat penyaluran zakat BSI tahun 2024," ungkap Dewi dalam keterangan resmi yang dikutip pada Selasa (11/2).
BSI juga mengungkapkan bahwa jumlah penerima manfaat zakat di sektor ekonomi mencapai sekitar 37.500 orang, yang setara dengan 17 persen dari total.
Di sektor pendidikan, terdapat sekitar 23.500 orang yang menerima manfaat, sedangkan di sektor kemanusiaan, jumlah penerima manfaat mencapai 145.600 orang, yang merupakan jumlah terbesar, yaitu 65 persen.
Selain itu, di sektor kesehatan terdapat sekitar 14.800 orang penerima manfaat (7 persen), dan di sektor dakwah serta advokasi sebanyak 4.300 orang (2 persen).