Mengunjungi Kebun Melon Organik di Bojonegoro, Gratis Makan Buah Sepuasnya
Serunya berkunjung ke kebun melon organik di Bojonegoro, bisa incip sepuasnya tanpa bayar.
Apalagi melonnya punya rasa manis
Mengunjungi Kebun Melon Organik di Bojonegoro, Gratis Makan Buah Sepuasnya
Ada banyak kebun buah di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang menarik dikunjungi. Kebun-kebun ini menghadirkan pengalaman seru karena wisatawan bisa memetik buah secara langsung dan mencicipinya.
Melon Organik
Salah satu yang menarik dikunjungi adalah kebun melon organik milik Mujito di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Di sana, pengunjung bisa mencicipi melon sepuasnya.
Bahkan, pengunjung bisa mencicipi melon sepuasnya di kebun milik Mujito tanpa dipungut biaya sepeserpun. Namun, hal ini hanya berlaku jika pengunjung makan di kebun. Sementara jika tertarik membawa pulang buah melon, pengunjung wajib membeli.
“Kalau nyicip di sini bisa sepuasnya, kalau dibawa pulang baru dibayar,” ujar Mujito.
(Foto: Freepik azerbaijan_stockers)
Berkebun sejak 1996
Mujito bukan orang baru dalam dunia perkebunan. Ia telah menggeluti bidang ini sejak tahun 1996 silam.
Kini, ia mengembangkan melon organik dengan tiga varietas berbeda, yakni golden apollo, aurora dan jenis melon local.
“Saya selalu pakai pupuk organik yang saya buat sendiri. Kalau pakai pupuk kimia nanti rasanya serik (di tenggorokan),” ujar Mujito, Rabu (2/8/2023), dikutip dari laman Diskominfo Jatim.
Luas lahan kebun melon milik Mujito sekitar 4 hektare. Sehari-hari, ia mengelola kebun dengan bantuan istri dan anaknya. Merawat tanaman bagi Mujito sudah seperti bernapas, sesuatu yang tak terpisahkan dari kehidupannya. Ia pun bangga dengan profesinya sebagai petani buah.
(Foto: Freepik jcomp)
Adapun melon varietas golden apollo rasanya cenderung lebih manis dari varietas lokal. Perawatan melon varietas golden apollo juga lebih ekstra dibandingkan dengan varietas lokal.
(Foto: Freepik azerbaijan_stockers)
Melon varietas golden apollo dan aurora dijual dengan harga Rp15 ribu perkilogram. Sedangkan varietas lokal Rp10 ribu perkilogram. Mujito hanya menanam melon dua kali dalam setahun.
(Foto: Freepik jcomp)
Di sela-sela melon, diselingi dengan tanaman kacang-kacangan atau bawang untuk memutus rantai hama. Terbukti, melon hasil panen dari kebun Mujito punya kualitas unggul dibanding melon yang beredar luas di pasaran.
(Foto: Pinterest True Leaf Market)
Apresiasi
Melon hasil panen dari kebun milik Mujito pernah dibawa Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bojonegoro ke pameran di Gedung Graha Surabaya. Selain itu. juga pernah diikutkan pameran di GOR Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro pada 2022 lalu.