Investasi Pertanian Kaltim Capai Rp8,97 Triliun, Sektor Pangan dan Perkebunan Jadi Andalan

Investasi sektor pertanian di Kalimantan Timur (Kaltim) menembus angka Rp8,97 triliun hingga triwulan III-2025, menunjukkan potensi besar di subsektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan. Angka fantastis ini menegaskan peran strategis Investasi Per

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Investasi Pertanian Kaltim Capai Rp8,97 Triliun, Sektor Pangan dan Perkebunan Jadi Andalan
Investasi sektor pertanian di Kalimantan Timur (Kaltim) menembus angka Rp8,97 triliun hingga triwulan III-2025, menunjukkan potensi besar di subsektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan. Angka fantastis ini menegaskan peran strategis Investasi Per (AntaraNews)

Investasi pada sektor pertanian di Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan geliat positif, mencapai Rp8,97 triliun hingga triwulan III-2025. Angka ini mencakup subsektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan yang tersebar di sembilan kabupaten/kota di provinsi tersebut.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kaltim, Fahmi Prima Laksana, menjelaskan bahwa nilai investasi tersebut berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA). Pernyataan ini disampaikan Fahmi di Samarinda pada Senin (12/1).

Meskipun ada fluktuasi pada komponen PMA, total investasi Kaltim secara keseluruhan hingga triwulan III-2025 telah mencapai Rp70,43 triliun. Pencapaian ini membuat target investasi sepanjang tahun 2025 sebesar Rp76,02 triliun optimis akan terlampaui.

Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menjadi tulang punggung utama dalam peningkatan investasi pertanian di Kaltim, dengan kontribusi sebesar Rp7,21 triliun. Angka ini jauh melampaui capaian PMA pada periode yang sama. Peningkatan ini menunjukkan kepercayaan investor domestik terhadap potensi dan keberlanjutan sektor pertanian di wilayah tersebut.

Beberapa kabupaten menunjukkan pertumbuhan PMDN yang signifikan. Kabupaten Berau mencatatkan investasi senilai Rp1,36 triliun, meningkat dari Rp263,9 miliar pada tahun sebelumnya. Kabupaten Kutai Barat juga mengalami kenaikan menjadi Rp1,57 triliun dari Rp1,1 triliun. Sementara itu, Kabupaten Kutai Timur memimpin dengan Rp1,99 triliun, naik dari Rp1,26 triliun pada tahun 2024, dan Kabupaten Kutai Kartanegara mencapai Rp826,8 miliar, melampaui Rp699,77 miliar di tahun sebelumnya.

Data ini mengindikasikan bahwa Investasi Pertanian Kaltim yang bersumber dari dalam negeri terus menguat. Dukungan pemerintah daerah dan potensi sumber daya alam yang melimpah menjadi faktor pendorong utama bagi para investor lokal untuk mengembangkan usaha di sektor vital ini.

Berbeda dengan PMDN, Investasi Pertanian Kaltim dari Penanaman Modal Asing (PMA) menunjukkan dinamika yang bervariasi. Total PMA hingga September 2025 tercatat sebesar Rp1,76 triliun, mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp4,2 triliun. Meskipun demikian, angka ini belum final karena masih menunggu penghitungan triwulan IV 2025.

Fluktuasi PMA terlihat di beberapa daerah. Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi penyumbang PMA tertinggi dengan Rp606,07 miliar, meskipun angka ini menurun drastis dari Rp2,72 triliun pada tahun 2024. Di sisi lain, Kabupaten Berau justru menunjukkan kenaikan PMA menjadi Rp426,87 miliar dari Rp389,85 miliar di tahun sebelumnya.

Sementara itu, PMA dari Kabupaten Kutai Timur turun menjadi Rp297,63 miliar dari Rp429,25 miliar pada tahun 2024, dan Kabupaten Kutai Barat juga mengalami penurunan menjadi Rp246,51 miliar dari Rp327,59 miliar. Perubahan ini menunjukkan perlunya analisis lebih lanjut terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan investasi asing di sektor pertanian Kaltim.

Investasi sektor pertanian dalam arti luas di Kaltim tersebar di sembilan dari sepuluh kabupaten/kota. Hanya Kota Bontang yang tidak mencatatkan investasi pada subsektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan, karena kota tersebut lebih mengandalkan sektor industri dan jasa sebagai penggerak ekonominya.

Penyebaran investasi ini menunjukkan bahwa potensi pertanian Kaltim cukup merata di berbagai wilayah, memberikan peluang diversifikasi ekonomi. Subsektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan menjadi fokus utama yang menarik minat investor, baik domestik maupun asing.

Secara keseluruhan, total investasi yang masuk ke Kaltim hingga triwulan III-2025 mencapai Rp70,43 triliun, dengan PMDN menyumbang Rp55,9 triliun dan PMA Rp14,53 triliun. Dengan target investasi sepanjang 2025 sebesar Rp76,02 triliun, Fahmi Prima Laksana optimistis bahwa target tersebut akan terealisasi, bahkan berpotensi melampaui ekspektasi. Ini menegaskan bahwa Investasi Pertanian Kaltim merupakan bagian integral dari pertumbuhan ekonomi provinsi secara menyeluruh.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi