Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Maju di Desa Jambangan, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, berhasil menciptakan inovasi baru yang menggerakkan roda perekonomian lokal. Mereka mengembangkan sebuah destinasi wisata edukasi petik buah melon jenis Sweet Hami yang diberi nama Jatera Agro. Inisiatif ini bertujuan untuk menarik pengunjung sekaligus memberikan pengalaman belajar yang unik bagi masyarakat.
Wisata edukasi ini berfokus pada budidaya melon menggunakan sistem hidroponik di dalam greenhouse, menawarkan pengalaman memetik buah langsung dari kebun. Sejak dimulai pada tahun 2024, Jatera Agro telah sukses melakukan panen sebanyak empat kali, menunjukkan potensi besar dalam sektor agrowisata. Setiap panen mampu menghasilkan sekitar satu ton buah melon yang diminati banyak pihak.
Direktur BUMDes Karya Maju, Cahyo Susilo, mengungkapkan bahwa pengembangan Jatera Agro merupakan upaya strategis untuk meningkatkan daya tarik wisata desa dan membuka peluang ekonomi. Konsep ini tidak hanya menyasar wisatawan umum, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi anak-anak sekolah untuk belajar tentang pertanian modern.
Advertisement
Advertisement
Inovasi Jatera Agro dan Perjalanan BUMDes Karya Maju
Cahyo Susilo, Direktur BUMDes Karya Maju, menjelaskan bahwa kehadiran wisata edukasi petik buah melon di Desa Jambangan ini dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa. "Kami ingin tempat ini jadi wisata edukasi untuk mendorong ekonomi desa. Anak-anak TK dan SD bisa belajar menanam secara hidroponik. Mereka bisa reservasi lewat BUMDes, dan antusiasmenya luar biasa," ujarnya di Magetan.
Budi daya buah melon jenis Sweet Hami ini dilakukan di dalam greenhouse dengan memanfaatkan sistem hidroponik, sebuah metode tanam tanpa tanah yang efisien. Pengembangan ini telah dimulai oleh BUMDes setempat sejak awal tahun 2024. Hingga kini, Jatera Agro telah berhasil memanen buah melon sebanyak empat kali, dengan setiap panen menghasilkan sekitar satu ton buah yang selalu laris manis.
Sebelum sukses dengan melon hidroponik, BUMDes Karya Maju sempat mencoba berbagai usaha lain yang kurang berhasil. "Awalnya kami mencoba tanam pisang, lalu beralih ke pepaya hawai. Tapi dua-duanya gagal karena hama," kata Cahyo. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga, hingga akhirnya pada akhir 2024, BUMDes menerima bantuan usaha pemberdayaan dari Pemprov Jatim dan memutuskan fokus pada greenhouse hidroponik buah melon.
Advertisement
Advertisement
Daya Tarik Wisata dan Dampak Ekonomi Lokal
Saat musim panen tiba, yang biasanya berlangsung setelah 70 hari tanam, BUMDes gencar melakukan promosi untuk wisata petik buah melon ini. Penjualan dibuka untuk umum, menarik minat wisatawan dari berbagai daerah. "Yang beli kebanyakan wisatawan, namun ada juga pengepul yang ingin dijual lagi. Wisatawan yang datang ingin merasakan sensasi petik sendiri," jelas Cahyo.
Harga buah melon Sweet Hami yang dipetik langsung ini dibanderol Rp25 ribu per kilogram, menarik banyak pengunjung dari luar Magetan, termasuk dari Madiun dan Ponorogo. Salah satu pengunjung setia, Eko Setiawan dari Magetan, mengungkapkan kepuasannya. "Saya sudah beberapa kali ke sini setiap panen. Buahnya enak, beda dengan yang dijual di pasaran, lebih manis. Selain itu, kita bisa pilih dan petik sendiri buahnya. Tempatnya juga bersih dan nyaman," kata Eko.
Dampak ekonomi dari Jatera Agro cukup signifikan bagi Desa Jambangan. Pada pembukaan pertama masa panen, omzet yang diperoleh mencapai Rp5 juta. Jumlah ini dapat meningkat drastis hingga sekitar Rp20 juta selama masa panen yang berlangsung antara tiga sampai lima hari. Keberhasilan ini menunjukkan potensi besar agrowisata dalam menggerakkan ekonomi desa.
Advertisement
Advertisement
Peran BUMDes dalam Pemberdayaan Ekonomi Magetan
Pemerintah Kabupaten Magetan secara konsisten memberdayakan peran BUMDes sebagai salah satu pilar utama dalam menggerakkan ekonomi masyarakat desa. Data menunjukkan bahwa dari 207 desa di Magetan yang telah mendirikan BUMDes, sebanyak 164 di antaranya telah tersertifikasi badan hukum oleh Kemenkumham, menandakan legalitas dan profesionalisme operasional mereka.
Selain itu, terdapat 170 BUMDes yang aktif menjalankan berbagai jenis bisnis, dengan 80 BUMDes di antaranya telah memberikan kontribusi nyata kepada Pendapatan Asli Desa (PAD). Keberhasilan BUMDes Karya Maju dengan Jatera Agro menjadi salah satu contoh bagaimana inovasi dapat memberikan dampak positif.
BUMDes di Magetan tidak hanya terbatas pada pengembangan desa wisata. Aneka usaha lain juga dikembangkan, seperti produksi olahan makanan dan minuman dari potensi desa, kerajinan batik, kerajinan tangan, hingga pengembangan sektor pertanian. Ini mencakup penanaman aneka tanaman pangan dan hortikultura, produksi pupuk organik, serta pengembangan peternakan seperti produksi susu sapi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews