Mantan Anggota DPRD Rembang Ini Beralih Profesi sebagai Petani Melon, Begini Kisahnya
Kalau disuruh memilih antara jadi anggota dewan atau petani, ia akan cenderung memilih jadi petani karena jauh lebih nyaman.
Kalau disuruh memilih antara jadi anggota dewan atau petani, ia akan cenderung memilih jadi petani karena jauh lebih nyaman.
Foto: YouTube Musyafa Musa
Mantan Anggota DPRD Rembang Ini Beralih Profesi sebagai Petani Melon, Begini Kisahnya
Mohammad Asnawi merupakan seorang anggota DPRD Rembang periode 2014-2019. Setelah itu ia mulai merintis hidup sebagai petani melon.
Asnawi merupakan warga Desa Kedungtulup, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang. Saat masih menjadi anggota DPRD, Asnawi sebenarnya sudah dekat dengan dunia pertanian. Bahkan saat itu ia kerap mengalami jatuh bangun menanam buah melon di hamparan lahan terbuka.
Lalu akhirnya ia memutuskan melakukan budidaya melon dengan sistem greenhouse atau rumah kaca untuk pertama kalinya.
Kalau disuruh memilih antara jadi anggota dewan atau petani, ia akan cenderung memilih jadi petani karena jauh lebih nyaman. Sedangkan anggota DPRD punya tanggung jawab lebih besar pada berbagai pihak.
“Kalau DPRD kan tanggung jawab kepada pemerintah, tanggung jawab pada anggaran, tanggung jawab pada rakyat ke bawah, dan tanggung jawab pada partai politik juga. Tapi kalau petani ini tanggung jawabnya pada siapa? Tidak ada hal yang terikat. Tapi ya sangat jauh nyaman jadi petani. Tapi bagi yang masih di DPRD dilanjut saja,”
kata Asnawi dikutip dari kanal YouTube Musyafa Musa pada Kamis (30/5).
Asnawi menceritakan bahwa kini hari-harinya banyak ia habiskan di Greenhouse Endes Farm. Lokasinya persis berada di samping SD Negeri Kedungtulup. Berbagai jenis melon ada di sana dengan varian rasa yang berbeda-beda. Tapi semuanya manis dan renyah.
Uniknya lagi, tanaman melon di sana dibudidayakan tanpa pengaruh obat insektisida dan pestisida. Sehingga buahnya lebih sehat bila dikonsumsi.
“Dari sisi perawatan kami santai karena sinarnya sudah tersaring dengan plastik UV sehingga tidak ada hujan yang masuk, tidak ada jamur yang masuk, dan lebih hemat tenaga. Di samping itu, kualitas hasil panen yang dihasilkan cukup terjamin,” kata Asnawi.
Saat masa panen datang, pengunjung tinggal memilih dan memetik sendiri buah melon.
Setelah itu ditimbang, dan kisaran harga rata-rata Rp20-30 ribu per kilogram. Nantinya Asnawi akan mengincar pasar supermarket karena buah melon yang dihasilkan sudah layak menembus pasar-pasar modern.