Kisah Inspiratif Pak Kliwon, Sang Perajin Batik Difabel Asal Semarang
Keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi Pak Kliwon untuk menghasilkan beragam batik dengan corak yang unik
Keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi Pak Kliwon. Sebagai seorang difabel, ia mampu menghasilkan beragam batik dengan corak yang unik. Biasanya satu kain batik dengan motif sederhana dapat ia selesaikan dalam waktu empat hari.
Pada awalnya, Kliwon tidak bisa menggambar. Namun ia tidak pernah menyerah untuk terus belajar batik. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai penjual mainan anak itu justru bisa menghasilkan kerajinan batik corak. Kini ia aktif memberi pelatihan pada difabel lainnya agar bisa membatik.
Berikut selengkapnya:
Butuh Ketelitian dan Kesabaran
Karena tidak bisa menggambar, Pak Kliwon awalnya tidak tertarik untuk membatik. Namun ia dipaksa temannya untuk belajar membatik. Ia kemudian ikut pelatihan membatik.
Pembuatan yang ditekuni Pak Kliwon butuh ketelitian dan kesabaran. Apabila batik motif sederhana, ia mampu hasilkan dalam waktu empat hari. Sedangkan satu kain batik dengan motif rumit, ia hasilkan dalam waktu tujuh hari.
Namun dengan ketekunan dan kesabaran, berbagai kain batik dengan beragam corak mampu ia hasilkan.
Dikutip dari kanal YouTube Liputan6, Pak Kliwon sudah menekuni pembuatan batik selama dua tahun. Satu kain batik dengan harga dua meter dijual dengan harga variatif, mulai dari Rp150 ribu hingga Rp500 ribu, tergantung motif atau corak warna dan tingkat kesulitan pembuatan.
Proses Pembuatan Batik
Pembuatan Batik karya Pak Kliwon diawali dengan desain pada kain putih ukuran dua meter.
Selanjutnya mencanting dengan cairan malam sesuai dengan gambar pola yang sudah didesain. Saat mencanting Pak Kliwon harus melakukannya dengan teliti dan hati-hati. Cairan malam itu jangan sampai luber.
Tahap berikutnya adalah pewarnaan. Batik diwarnai dengan busa spon dan cat pewarna kain. Usai permukaan kain diwarnai secara merata, kain batik dijemur hingga warnanya mengering.
Agar tidak pudar, warna direkatkan dengan cairan water glass. Setelah warna merekat, kain batik dipanaskan dengan perebusan selama 10 menit agar kain menjadi lentur dan menghilangkan sisa malam. Memasuki proses akhir, kain batik itu dibilas kemudian dijemur.
Tempat Pelatihan Gratis Bagi Difabel
Pada waktu senggangnya, Kliwon mengunjungi balai latihan tempat dia pernah berlatih batik.
Ia sangat antusias membantu latihan serta menginspirasi para difabel lainnya belajar membatik. Tempat latihan untuk para difabel itu didirikan pada tahun 2017.
“Saya merasa galau melihat orang-orang difabel yang tidak bisa bekerja. Karena itu saya mengharapkan dengan adanya tempat latihan ini mereka bisa berlatih secara gratis agar mereka punya keterampilan, agar mandiri secara ekonomi,” kata Yeanny Soeryo, pengelola balai latihan kebutuhan khusus, dikutip dari YouTube Liputan6.