Wagub Jateng Dorong Pengembangan Koperasi Merah Putih Berbasis Ekonomi Syariah
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen mendorong Koperasi Merah Putih (KMP) berkembang berbasis ekonomi syariah, menjadikan KMP Tambakrejo percontohan untuk target ekonomi syariah 2027.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, secara aktif mendorong pengembangan Koperasi Merah Putih (KMP) di provinsi tersebut agar mengadopsi prinsip ekonomi syariah. Dorongan ini disampaikan dalam Seminar Nasional dan Musyawarah Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jateng yang berlangsung di Semarang, pada Sabtu.
Inisiatif ini bertujuan untuk menjadikan KMP berbasis syariah sebagai tulang punggung perekonomian daerah, sejalan dengan visi pembangunan Jawa Tengah di tahun 2027. KMP di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, menjadi model percontohan yang diharapkan dapat direplikasi di seluruh wilayah.
Gus Yasin, sapaan akrab Wagub, mengapresiasi kolaborasi antara pengelola KMP Tambakrejo dengan MES Jateng, melihat potensi besar dalam rintisan ini. Konsep ini diharapkan mampu menumbuhkan lebih banyak koperasi syariah di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.
KMP Tambakrejo sebagai Proyek Percontohan Ekonomi Syariah
Kolaborasi antara Koperasi Merah Putih di Kelurahan Tambakrejo, Semarang, dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Tengah menjadi sorotan utama dalam pengembangan ekonomi syariah. KMP Tambakrejo berhasil menunjukkan potensi besar dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip syariah dalam operasionalnya.
Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen melihat KMP Tambakrejo sebagai contoh ideal yang dapat menginspirasi lebih dari 8.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih lainnya di Jawa Tengah. Keberhasilan model ini diharapkan dapat memicu pertumbuhan Koperasi Merah Putih berbasis ekonomi syariah secara masif di seluruh wilayah.
Ketua Umum MES Jateng, Nyata Nugraha, menegaskan bahwa kerja sama dengan KMP Tambakrejo ini merupakan terobosan pertama di Jawa Tengah. Ia berharap inisiatif ini dapat menjadi panduan bagi 12 kepengurusan MES yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di provinsi tersebut.
Pengembangan Koperasi Merah Putih berbasis ekonomi syariah ini juga selaras dengan tema pembangunan Jawa Tengah di tahun 2027. Fokus pada wisata dan ekonomi syariah diharapkan dapat menjadi motor penggerak kemajuan perekonomian daerah secara berkelanjutan.
Komitmen MES Mendukung Pembangunan Ekonomi Syariah di Jateng
Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Tengah menunjukkan komitmen kuatnya untuk mendukung program pembangunan provinsi, khususnya dalam mewujudkan tema pembangunan tahun 2027. Tema tersebut menekankan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai tulang punggung kemajuan ekonomi daerah.
Sekretaris Jenderal MES Pusat, Ari Permana, menegaskan dukungan penuh dari tingkat pusat untuk inisiatif di Jawa Tengah. "Kami di Jakarta sudah siap 100 persen untuk bisa mem-'back up'," ujarnya, menunjukkan keseriusan MES dalam membantu implementasi program ini.
Dukungan ini tidak hanya sebatas konsep, tetapi juga terlihat dari pameran produk UMKM yang diselenggarakan. Produk-produk seperti tenun troso, fashion, dan kuliner binaan dari MES Jateng turut dipamerkan, menunjukkan dukungan nyata terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Wagub Taj Yasin Maimoen secara langsung mengunjungi pameran UMKM tersebut, menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan pelaku usaha. Sinergi ini krusial untuk menciptakan ekosistem ekonomi syariah yang kuat dan inklusif di Jawa Tengah.
Peningkatan jumlah koperasi syariah diharapkan tidak hanya memperkuat sektor ekonomi lokal tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui prinsip-prinsip keadilan dan keberkahan. Dengan dukungan penuh dari pemerintah provinsi dan organisasi seperti MES, Jawa Tengah berambisi menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah yang terkemuka di Indonesia, memberikan dampak positif yang signifikan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sumber: AntaraNews