Menikmati Soto Bumbung, Kuliner Khas Klaten yang Disajikan di Atas Wadah Bambu
Wadah bambu membuat panas kuah soto lebih awet. Wadahnya juga aman dipegang karena tidak panas.
Wadah bambu membuat panas kuah soto lebih awet.
Menikmati Soto Bumbung, Kuliner Khas Klaten yang Disajikan di Atas Wadah Bambu
Di Desa Banyuripan, Kecamatan Bayat, Klaten, terdapat kuliner yang unik. Namanya Soto Bumbung. Uniknya, kuliner soto yang satu ini disajikan di atas wadah bambu.
Mengutip YouTube Liputan6 pada Selasa (17/10), seporsi soto biasanya terdiri dari daging ayam kampung, sayuran, serta taburan bawang goreng. Campuran bumbu tersebut membuat soto memiliki cita rasa yang unik.
Setiap harinya warung Soto Bumbung ramai didatangi pembeli. Dalam sehari, warung soto itu dapat menjual sekitar 50 porsi soto.
“Tempatnya unik, rasanya juga mantap. Makanya saya sering ke sini. Panasnya juga awet,” kata Sumarni, pembeli Soto Bumbung.
Soto Bumbung memang sengaja disajikan pemilik warung dengan wadah bambu agar panas kuah soto lebih awet. Selain itu wadah bambu juga diyakini membuat soto memiliki aroma khas dan aman dipegang karena wadah soto yang tidak panas.
“Biar beda dengan yang lain. Ciri khasnya tempat pakai bumbu itu kuahnya awet panas, dan kalau dipegang mangkoknya tidak panas. Jadi aman buat anak-anak,” kata Roni Asih, pemilik warung Soto Bumbung.
Seporsi soto dijual dengan harga Rp5.000. Warung soto itu buka setiap hari mulai pukul 7 pagi hingga pukul 3 sore.