Mengunjungi Kebun Stroberi di Lereng Gunung Slamet, Liburan Murah Meriah Sembari Melepas Penat
Di sana ada dua jenis kebun stroberi, kebun stroberi milik petani dan kebun stroberi yang berada di greenhouse
Di sana ada dua jenis kebun stroberi, kebun stroberi milik petani dan kebun stroberi yang berada di greenhouse
Mengunjungi Kebun Stroberi di Lereng Gunung Slamet, Liburan Murah Meriah Sembari Melepas Penat
Kawasan lereng Gunung Slamet tak hanya terkenal karena keindahan alamnya. Di sana juga menjadi lahan yang subur bagi berbagai jenis tanaman. Salah satu tanaman yang tumbuh subur di lereng Gunung Slamet adalah stroberi.
Salah satu kebun stroberi itu berada di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga. Dari pusat Kota Purbalingga, jarak ke kebun stroberi itu hanya 21 km.
Untuk masuk ke kebun stroberi, pengunjung ditarik biaya masuk Rp5.000. Harga itu dinilai cukup murah. Apalagi di sana pengunjung juga bisa menikmati panorama alam yang indah. Udara khas pegunungan juga membuat siapapun betah berlama-lama di sana.
Dilansir dari Jatengprov.go.id, stroberi di sana memiliki dua tipe kebun, yaitu kebun dengan sistem tumpang sari yang dikelola para petani dan kebun dengan sistem hidroponik.
Kebun stroberi dengan sistem tumpang sari yang dikelola petani letaknya berada di paling belakang.
Sistem tumpang sari dipilih petani karena stroberi punya masa panennya sendiri, sementara para petani harus tetap menghidupi keluarga dengan menanam tanaman lain.
Daun bawang dan cesim biasanya dipilih sebagai tanaman untuk tumpang sari.
Lain halnya dengan sistem hidroponik. Semua tanaman yang ditanam di greenhouse adalah stroberi. Greenhouse tersebut membuat stroberi bisa terlindungi dari air saat musim hujan. Harga dan kualitas stroberi yang ditanam di greenhouse maupun kebun petani memiliki perbedaan masing-masing.
Dilansir dari Jatengprov.go.id, waktu yang tepat mengunjungi kebun stroberi itu adalah saat musim kemarau. Saat musim kemarau, pengunjung bisa melihat stroberi merah merona baik di greenhouse maupun di kebun petani. Pengunjung juga bisa memetik sendiri stroberi yang diinginkan.
Selain di Desa Serang, Purbalingga, kebun stroberi juga dapat dijumpai di Desa Wisata Kaligua, Brebes. Selain hamparan kebun teh, di sana juga terdapat kebun stroberi.
Untuk bisa masuk ke kebun stroberi di sini, pengunjung dikenakan biaya Rp5.000 per orang. Stroberi di sana dihargai Rp50.000 per kilogram atau Rp10.000 per mika kecil.
Dalam sebuah video yang diunggah kanal YouTube RumaiTube Channel pada 16 Juni lalu, jalan menuju kebuh stroberi ini kondisinya cukup buruk.
Belum lagi jalan yang dilalui harus menanjak. Namun pada September lalu, jalanan menuju tempat itu sudah dicor sehingga lebih nyaman dilalui pengendara.
Di kebun stroberi itu, buah stroberi tak hanya bisa dimakan langsung. Namun beberapa ada yang dibuat makanan olahan keripik.