Pemkab Luwu Genjot Pengembangan Klon Unggul Kakao, Dorong Peningkatan Produksi dan Ekonomi

Pemerintah Kabupaten Luwu fokus mengembangkan klon unggul kakao bersertifikasi seperti ICCRI dan Sulawesi 2 untuk meningkatkan produksi dan perekonomian masyarakat, sekaligus menjadi sumber benih nasional.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Luwu Genjot Pengembangan Klon Unggul Kakao, Dorong Peningkatan Produksi dan Ekonomi
Pemerintah Kabupaten Luwu fokus mengembangkan klon unggul kakao bersertifikasi seperti ICCRI dan Sulawesi 2 untuk meningkatkan produksi dan perekonomian masyarakat, sekaligus menjadi sumber benih nasional. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, saat ini tengah serius menggarap potensi komoditas kakao dengan berfokus pada pengembangan beragam varian klon unggul. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk mendongkrak tingkat produksi kakao di wilayah tersebut. Harapannya adalah agar peningkatan produksi ini dapat secara signifikan berkontribusi pada pertumbuhan perekonomian masyarakat petani setempat.

Pengembangan ini tidak hanya sekadar menanam, melainkan melibatkan seleksi dan budidaya klon-klon kakao yang telah terbukti memiliki kualitas terbaik dan bersertifikasi. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu untuk memastikan keberlanjutan dan daya saing produk kakao lokal. Fokus pada klon unggul diharapkan mampu menghasilkan biji kakao dengan kualitas premium yang diminati pasar.

Patahudding, dalam keterangannya di Makassar pada Minggu (26/4), menggarisbawahi pentingnya program ini bagi masa depan pertanian kakao di Luwu. Ia juga menekankan bahwa pengembangan ini adalah langkah progresif untuk menjadikan Luwu sebagai sentra produksi kakao berkualitas. Dengan demikian, Kabupaten Luwu tidak hanya akan menjadi produsen, tetapi juga penyedia bibit unggul bagi daerah lain.

Inovasi Klon Unggul Kakao Bersertifikasi di Luwu

Beberapa klon unggul kakao yang telah berhasil dikembangkan dan bersertifikasi di Kabupaten Luwu meliputi varian ICCRI, Buntu Batu (BB), 45, dan Sulawesi 2 (S2). Klon-klon ini dipilih berdasarkan karakteristik produktivitas dan ketahanan terhadap hama penyakit, menjamin hasil panen yang optimal bagi petani. Sertifikasi yang telah diperoleh menjadi bukti kualitas dan legalitas bibit yang dihasilkan di Luwu.

Potensi Kabupaten Luwu sebagai sumber benih kakao unggul kini semakin terbuka lebar. Patahudding secara terbuka mengajak daerah lain yang membutuhkan bibit kakao berkualitas untuk memanfaatkan Luwu sebagai pusat pengadaan benih. Ketersediaan bibit unggul bersertifikasi ini diharapkan dapat mendukung program pengembangan kakao di berbagai wilayah di Indonesia.

Pengembangan klon ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak, termasuk peneliti dan petani lokal. Dengan fokus pada bibit unggul, diharapkan produktivitas kebun kakao di Luwu dapat meningkat secara signifikan. Ini akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan para petani kakao di daerah tersebut.

Peninjauan Lapangan dan Jaminan Kualitas Bibit

Untuk memastikan pengembangan klon unggul kakao berjalan sesuai rencana dan standar, Bupati Luwu melakukan peninjauan langsung ke perkebunan kakao milik warga. Peninjauan ini dilakukan di Desa Padang Kamburi, Kecamatan Bupon, pada kebun yang telah tersertifikasi sebagai sumber benih biji dan entres. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengawal kualitas bibit kakao.

Kebun milik H. Malle dan H. Rahman menjadi salah satu lokasi yang ditinjau, mengingat keduanya telah mengantongi sertifikasi sumber benih dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka). Sertifikasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan jaminan konkret atas kualitas bibit kakao yang dihasilkan. Dengan demikian, petani yang menggunakan bibit dari sumber ini dapat lebih tenang mengenai kualitasnya.

Kunjungan lapangan ini juga berfungsi sebagai bentuk dukungan moral bagi para petani yang telah berdedikasi dalam mengembangkan bibit kakao unggul. Keberadaan kebun-kebun tersertifikasi ini sangat krusial untuk mendukung program pengembangan komoditas unggulan daerah. Ini juga menjadi contoh bagi petani lain untuk mengikuti standar kualitas yang telah ditetapkan.

Dukungan Pemerintah Pusat dan Harapan untuk Petani

Dalam kesempatan tersebut, Patahudding juga menyampaikan kabar gembira mengenai bantuan bibit kakao dari pemerintah pusat. Sebanyak 8 juta pohon bibit kakao dialokasikan khusus untuk Kabupaten Luwu, bersumber dari kebun-kebun yang telah tersertifikasi di daerah tersebut. Bantuan ini merupakan wujud nyata dukungan pemerintah pusat terhadap sektor pertanian kakao.

“Alhamdulillah dengan adanya program dari Bapak Presiden RI melalui Kementerian Pertanian, kita mendapatkan bantuan 8 juta bibit kakao untuk Kabupaten Luwu,” ujar Patahudding, mengungkapkan rasa syukurnya. Bantuan sebesar ini diharapkan dapat mempercepat revitalisasi dan perluasan areal tanam kakao di Luwu.

Lebih lanjut, Patahudding berharap agar seluruh penyuluh pertanian dan para pemangku kepentingan terkait dapat terlibat aktif dalam mendampingi masyarakat petani. Pendampingan ini krusial agar program bantuan bibit kakao ini benar-benar memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi kesejahteraan petani. Kolaborasi semua pihak menjadi kunci keberhasilan program ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi