Pramono Kaget Suami Najwa Shihab Meninggal: Beliau Sehat Banget, Mau Naik Gunung Sebenarnya
Pramono Anung melayat suami dari jurnalis Najwa Shihab, Ibrahim Sjarief Assegaf.
Suami dari jurnalis Najwa Shihab, Ibrahim Sjarief Assegaf meninggal dunia pada Selasa 20 Mei 2025. Banyak tokoh berdatangan, salah satunya Gubernur Jakarta Pramono Anung.
"Innalillahi wainnailaihi rajiun. Saya atas nama pribadi, Gubernur Jakarta menyampaikan duka mendalam kepada sahabat saya yang sudah saya kenal dekat sudah dari lama (Ibrahim Sjarief Assegaf)," kata Pramono di rumah duka, Cilandak Jakarta Selatan, Seperti dikutip Rabu (21/5/2025).
Pramono mengaku, kenal sosok Ibrahim bukan sebab yang bersangkutan suami dari Najwa Shihab, tetapi karena almarhum adalah orang hebat yang terbuka dalam memperdebatkan banyak hal.
"Terutama masalah sosial, masalah hukum, dan sebagainya secara khusus saya ingin mendoakan mudah-mudahan pintu surga baginya karena memang orang baik, baik banget," jujur Pramono.
Sempat Kritis
Soal penyebab wafat, Pramono mengaku baru tahu beberapa hari yang lalu saat bertemu ipar dari almarhum, Lala Shihab atau adik dari Najwa Shihab.
"Saya baru tahu ketika di acara pendidikan yaitu adik iparnya, Lala Shihab menyampaikan mas ini suaminya Mbak Najwa sakit dan agak kritis. Jadi saya tahu sejak itu mungkin 4 atau 5 hari itu," tutur Pramono.
Mendengar kabar sakitnya Ibrahim, Politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu mengaku terkejut. Sebab informasi yang diketahui sebelumnya kondisi Ibrahim sangat sehat dan hendak naik gunung.
"Dan ini mengejutkan, beliau kan kondisinya sehat banget bahkan mau naik gunung sebenarnya," Pramono menandasi.
Suami Najwa Meninggal
Diketahui, Almarhum Ibrahim menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON), Jakarta Timur sekira pukul 14.29 WIB pada Selasa 20 Mei 2025.
Ibrahim Sjarief Assegaf adalah seorang pengacara ternama di Indonesia. Ia dikenal sebagai lawyer yang menjunjung tinggi integritas dan menjadi panutan bagi pengacara muda Indonesia.
Suami Najwa ini menempuh pendidikan hukum di Universitas Indonesia untuk jenjang sarjana. Kemudian melanjutkan studi magister hukum di University of Melbourne, Australia.
Dalam perjalanan kariernya, Ibrahim juga pernah menjadi peneliti tamu di Harvard Law School pada program Studi Hukum Asia Timur. Ia juga mengajar mata kuliah hukum bisnis di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera.
Semasa hidupnya, Ibrahim dikenal sebagai mitra di firma hukum bergengsi Assegaf Hamzah & Partners (AHP), dengan spesialisasi di bidang perbankan, keuangan, restrukturisasi, serta merger dan akuisisi.
Selain itu, Ibrahim menjabat sebagai Direktur sebuah platform hukum digital yang bertujuan mempermudah masyarakat dalam memperoleh layanan hukum secara daring.