Ibrahim Sjarief Assegaf, suami dari jurnalis dan presenter terkenal Najwa Shihab, dilaporkan telah meninggal dunia pada hari Selasa, 20 Mei 2025. Sebelumnya, ia menjalani perawatan di RS PON Jakarta Timur. Rencananya, jenazah Ibrahim akan dimakamkan pada Rabu, 21 Mei 2025, di TPU Jeruk Purut.
Ibrahim Sjarief Assegaf dikenal luas di kalangan masyarakat Indonesia, terutama di bidang hukum. Ia memiliki karier yang cemerlang berkat pendidikan yang diperolehnya, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Banyak orang mungkin baru menyadari betapa besar kontribusi dan prestasi yang telah diraih Ibrahim Sjarief Assegaf selama hidupnya. Selain dikenal sebagai pengacara, ia juga memiliki berbagai pengalaman dan jabatan yang menunjukkan keahliannya. Berikut ini adalah beberapa fakta menarik mengenai suami Najwa Shihab yang patut untuk diketahui.
Advertisement
Ibrahim Sjarief Assegaf adalah sosok yang dikenal luas sebagai suami dari Najwa Shihab. Ia dilahirkan pada tahun 1977 dan menikahi Najwa pada tahun 1997. Ibrahim berprofesi sebagai pengacara, dan informasi dari profil LinkedIn-nya menunjukkan bahwa ia pernah bergabung dengan beberapa firma hukum terkemuka. Di antara pengalaman kerjanya, ia menjadi Associate di Hardiputranto, Hadinoto & Partners dari tahun 1997 hingga 2000. Selanjutnya, ia menjabat sebagai Executive Director di Pusat Studi Hukum & Kebijakan pada periode 2000-2003.
Sejak tahun 2009, Ibrahim Sjarief Assegaf telah menjabat sebagai Managing Director dan Direktur di PT Justika Siar Publika, sebuah perusahaan yang menawarkan konsultasi hukum secara online. Di tahun yang sama, ia juga bergabung sebagai partner di Assegaf Hamzah & Partners. Selain itu, ia memiliki peran penting sebagai Komisaris Utama di Narasi, sebuah perusahaan media yang didirikan oleh istrinya, Najwa Shihab. Dengan berbagai peran dan tanggung jawab yang diembannya, Ibrahim menunjukkan dedikasinya dalam bidang hukum dan media.
Advertisement
Pendidikan hukum yang dimiliki Ibrahim sangat mengesankan. Ia menyelesaikan studi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada periode 1991 hingga 1997.
Setelah itu, Ibrahim melanjutkan pendidikan hukum di Harvard Law School sebagai visiting fellow. Ia juga berhasil meraih gelar LLM dari University of Melbourne dengan bantuan beasiswa Australian Development Scholarship pada tahun 2008-2009.
Advertisement
Latar belakang serta pengalaman Ibrahim Sjarief Assegaf di bidang hukum sudah terbukti. Ia telah membangun karir yang sangat cemerlang. Suami dari Najwa Shihab ini bahkan pernah terdaftar dalam Indonesia Top 100 Lawyers pada tahun 2022, yang dipublikasikan oleh Asia Business Law Journal. Pencapaian tersebut menunjukkan dedikasi dan komitmennya dalam profesi hukum, serta kemampuannya untuk bersaing di tingkat nasional.
Keberhasilan Ibrahim tidak hanya terletak pada prestasi individu, tetapi juga pada kontribusinya terhadap perkembangan hukum di Indonesia. Dengan latar belakang yang kuat dan pengalaman yang luas, ia menjadi salah satu sosok yang dihormati dalam komunitas hukum. Hal ini menjadikannya sebagai panutan bagi banyak pengacara muda yang ingin mengikuti jejaknya di dunia hukum.
Advertisement
Suami Najwa Shihab juga telah mendapatkan sejumlah penghargaan di bidang hukum. Di antaranya, ia diakui sebagai IFLR 1000 Leading Lawyer dalam kategori Financial & Corporate, Banking, dan M&A. Selain itu, pada tahun 2016, ia tercatat dalam daftar Leader in His Field dari Chambers Asia Pacific Banking & Finance. Tidak hanya itu, ia juga pernah menerima berbagai penghargaan lainnya, termasuk Leading Lawyer versi AsiaLaw.
Advertisement
Pada tahun 1997, Ibrahim Sjarief Assegaf memilih untuk menikah di usia muda dengan Najwa Shihab. Kisah cinta mereka dimulai saat keduanya menempuh pendidikan di bangku kuliah, di mana pada waktu itu usia mereka baru menginjak 20 tahun. Meskipun menikah di usia yang tergolong muda, pasangan ini berhasil menciptakan sebuah rumah tangga yang harmonis dan bahagia.
Advertisement
Ibrahim Sjarief Assegaf, yang merupakan suami dari Najwa Shihab, dikaruniai dua orang anak. Sayangnya, mereka harus mengalami kehilangan yang mendalam ketika anak perempuan mereka meninggal dunia hanya beberapa jam setelah dilahirkan.
Di sisi lain, anak laki-laki mereka, Izzat Assegaf, lahir pada tahun 2001 dan kini telah tumbuh menjadi seorang dewasa.