VIDEO Penampakan Terowongan Israel di Dekat Masjid Al-Aqsa
Beberapa pihak berpendapat penggalian tersebut melanggar hukum internasional dan juga bertentangan dengan perjanjian mengenai "status quo" yang ada.
Otoritas Israel sedang melakukan penggalian terowongan di sekitar Masjid Al-Aqsa yang terletak di Yerusalem Timur. Aktivitas ini menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan situs suci serta dugaan adanya agenda politik yang mendasari proyek tersebut.
Hal ini terungkap dari video Anadolu dan analisis para ahli, dikutip dari laman Middleeastmonitor pada Rabu (1/10/2025). Terowongan yang menuai kontroversi tersebut terdeteksi pada Senin, 29 September, dan disebut-sebut sebagai bagian dari proyek arkeologi. Namun, banyak pihak yang berpendapat bahwa aktivitas ini bertujuan untuk memperkuat klaim historis Israel atas Yerusalem.
Para kritikus juga berargumen bahwa langkah tersebut melanggar hukum internasional serta perjanjian "status quo" yang berlaku. Salah satu proyek terbaru yang menjadi sorotan adalah peresmian terowongan "Jalan Ziarah" oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Proyek semacam ini semakin intensif dilakukan bersamaan dengan meningkatnya kunjungan pejabat Israel ke kompleks masjid, di tengah eskalasi konflik yang terjadi di Gaza.
Tindakan provokatif dari sejumlah tokoh politik Israel juga menambah ketegangan di kawasan tersebut. Misalnya, seorang anggota parlemen sayap kanan pernah mengibarkan bendera Israel di dalam Al-Aqsa, dan seorang menteri menyerukan pembangunan kuil Yahudi di lokasi yang sama. Langkah-langkah ini menimbulkan kecurigaan bahwa penggalian yang dilakukan dapat merusak masjid, baik secara langsung maupun melalui dampak struktural yang ditimbulkan.
Sebelumnya, Pemerintah Palestina melalui Kegubernuran Yerusalem menuduh Israel secara sengaja menghancurkan peninggalan Islam dalam proses penggalian tersebut. Sebuah pernyataan resmi yang dirilis pada bulan Agustus lalu menyebutkan bahwa video bocor menunjukkan adanya penggalian ilegal oleh pasukan Israel di bawah kompleks Al-Aqsa.
Artefak dari periode Umayyah diduga telah menjadi korban penghancuran, yang dianggap sebagai bukti penting kepemilikan sah umat Islam atas situs suci ini. Masjid Al-Aqsa merupakan tempat suci ketiga bagi umat Islam, sementara umat Yahudi menyebut area tersebut sebagai Temple Mount, yang diyakini pernah menjadi lokasi dua kuil Yahudi di masa lalu.
Yerusalem Timur, di mana Al-Aqsa berada, telah diduduki oleh Israel sejak Perang Arab-Israel pada tahun 1967. Pada tahun 1980, Israel mencaplok seluruh kota Yerusalem, meskipun tindakan ini tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.