VIDEO Provokatif Netanyahu Kunjungi Terowongan di Bawah Masjid Al-Aqsa, Klaim Yerusalem Akan Tetap Jadi Ibu Kota Israel

Banyak yang menafsirkan waktu dan lokasi kunjungan Netanyahu sebagai pesan provokatif yang disengaja.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
VIDEO Provokatif Netanyahu Kunjungi Terowongan di Bawah Masjid Al-Aqsa, Klaim Yerusalem Akan Tetap Jadi Ibu Kota Israel
VIDEO Provokatif Netanyahu Kunjungi Terowongan di Bawah Masjid Al-Aqsa, Klaim Yerusalem Akan Tetap Jadi Ibu Kota Israel (Merdeka.com)

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merilis sebuah video pada Senin (26/5) yang memperlihatkan dirinya berjalan melalui terowongan bawah tanah besar di bawah Masjid Al Aqsa, salah satu tempat tersuci umat Islam.

Terowongan tersebut membentang dari lingkungan Silwan ke daerah tepat di bawah Al Aqsa, dan telah lama menjadi titik fokus ketegangan di Yerusalem.

Dalam pernyataannya yang disampaikan dari dalam terowongan, Netanyahu menjelaskan kisah tentang batu Paving yang bersejarah bagi mereka dan dilanjutkan bagaimana kaum Yahudi bersembunyi di sana dari serangan bangsa Romawi sampai akhirnya dikalahkan.

"Seolah-olah kita pernah kehilangan Yerusalem, tapi kita tidak pernah kehilangannya, karena Yerusalem selalu ada di tangan dan di mata kita. Kita kembali membebaskannya," kata penjahat kemanusiaan ini.

“Yerusalem akan tetap menjadi ibu kota abadi Israel.”

Netanyahu berjanji akan mendesak negara-negara lain yang mengakuinya dan merelokasi kedutaan mereka.

Video tersebut dirilis saat peringatan 58 tahun pendudukan Israel pada tahun 1967 di Yerusalem Timur. Banyak pengamat yang menafsirkan waktu dan lokasi tersebut membawa pesan provokatif yang disengaja. Video tersebut dirilis saat pemukim Israel, di bawah perlindungan militer yang ketat, melakukan penyerbuan besar-besaran ke kompleks Al Aqsa. Lebih dari 2.090 orang yang didokumentasikan oleh Wakaf Islam telah memasuki situs tersebut dalam satu hari.

Dilansir Gulf News, Selasa (27/5), di antara zionis yang hadir, terdapat beberapa pejabat senior Israel, termasuk Menteri Keamanan Itamar Ben Gvir, Menteri Negev dan Galilea Yitzhak Wasserlauf, serta beberapa anggota Knesset (parlemen Israel) dari partai Likud, Jewish Power, dan Religious Zionism.

Provokasi meluas hingga ke jalan-jalan. Di Bab Al Amoud (Gerbang Damaskus) ratusan zionis mengambil bagian dalam “Pawai Bendera” tahunan. Mereka mengibarkan bendera Israel dan menampilkan tarian yang dikoreografi, serta meneriakkan slogan-slogan yang menghasut seperti “Matilah Orang Arab,” dan “Ratakan Gaza.”

Tuai Kecaman

Beberapa dari mereka membawa spanduk bertuliskan “Yerusalem adalah milik kami sejak 1967,” dan “Gaza akan menjadi milik kami pada 2025,” yang semakin memicu kekhawatiran tentang ambisi perluasan wilayah.

Aksi tersebut memicu kemarahan dari seluruh dunia Arab, meski reaksinya hanya terbatas pada pernyataan kecaman. Para aktivis mengkritik sikap bungkam yang memalukan dari para aktor internasional dan regional, karena ketiadaan respons berarti telah membuat Israel semakin berani meningkatkan aktivitasnya di Yerusalem Timur yang diduduki.

Langkah tersebut telah memicu kemarahan di seluruh dunia Arab, meskipun reaksinya sejauh ini terbatas pada pernyataan kecaman. Para aktivis mengkritik apa yang mereka sebut sebagai kebungkaman yang memalukan dari para aktor internasional dan regional, dengan alasan bahwa kurangnya tanggapan yang berarti telah membuat Israel semakin berani untuk meningkatkan aktivitasnya di Yerusalem Timur yang diduduki.

Reporter Magang: Devina Faliza Rey

Rekomendasi