Militer Israel merilis sebuah video terbaru yang diklaim menunjukkan adanya terowongan Hamas di bawah Rumah Sakit Eropa, Gaza selatan, tempat di mana tokoh-tokoh penting Hamas gugur. Namun, pejabat Palestina dan analis independen menyebut rekaman itu palsu dan menyesatkan.
Video tersebut dipublikasikan kemarin dan memperlihatkan apa yang tampak seperti struktur pipa sempit di dalam tanah. Israel mengklaim itu adalah terowongan yang digunakan oleh pejabat senior Hamas, termasuk Muhammad al-Sinwar dan Yassin Shaabanah yang diduga syahid di sana. Namun, rekaman itu justru menimbulkan lebih banyak pertanyaan.
Dilansir Quds News Network, Minggu (8/6), Kantor Media Pemerintah Gaza mengeluarkan pernyataan mendetail yang menolak narasi Israel.
“Tabung yang diperlihatkan itu terlalu sempit untuk dilewati seseorang,” bunyi pernyataan itu.
“Tabung itu tidak memiliki tangga, tidak memiliki fitur struktural, dan tidak mirip dengan terowongan yang sesuai standar teknik atau militer apa pun.”
Advertisement
Hanya Pipa Saluran Pembuangan
Rami Abdu dari Euro-Mediterranean Human Rights Monitor yakin bahwa rekaman itu adalah rekayasa zionis. Lokasi yang diperlihatkan terletak di dekat unit gawat darurat rumah sakit, yang biasanya penuh sesak dengan pasien dan staf medis.
“Tidak mungkin menggali struktur seperti itu di rumah sakit tanpa ada yang menyadarinya,” ujar dia.
Ia juga menunjukkan bahwa struktur itu tampaknya merupakan bagian dari sistem drainase (saluran pembuangan) air hujan, bukan terowongan.
“Yang kami lihat kemungkinan adalah pipa air atau saluran pembuangan,” tambah Abdu.
Waktu dan pengeditan video juga menimbulkan kecurigaan. Pada detik ke-14, rekaman tiba-tiba beralih ke kejadian lain.
“Penyuntingan yang buruk seperti ini merupakan bukti manipulasi,” kata kantor media tersebut.
⭕️UNCOVERED: An underground tunnel route beneath the European Hospital in Khan Yunis, Gaza.
— Israel Defense Forces (@IDF) June 7, 2025
In a special, targeted operation, IDF soldiers located an underground tunnel route containing numerous findings such as command and control rooms, weapons, and additional intelligence… pic.twitter.com/7bPM5ozHN8
Wartawan asing dilaporkan meminta tentara Israel untuk merilis video lengkap tanpa editan, tapi Israel menolak.
Lebih banyak kontradiksi yang muncul dari narasi Israel itu sendiri. Mereka sebelumnya mengatakan militer Israel menargetkan tokoh Hamas yang berjarak lebih dari 500 meter dari rumah sakit.
“Itu kira-kira jarak antara markas besar tentara Israel di Tel Aviv dan pusat perbelanjaan besar,” kata Abdu.
“Apakah kita harus percaya bahwa ada terowongan yang membentang tepat di bawah rumah sakit tanpa diketahui?”
Advertisement
Tidak Terletak di Rumah Sakit
Koresponden militer dari media Israel, termasuk yang paling terkenal Haaretz, juga meragukan klaim tersebut. Seorang reporter militer mengonfirmasi bahwa “lubang yang diduga mengarah ke terowongan tempat al-Sinwar dibunuh tidak terletak di rumah sakit.”
Ini bukanlah pertama kalinya Israel mengklaim telah temukan terowongan di bawah rumah sakit Gaza. Tuduhan serupa pernah dilontarkan terhadap Rumah Sakit al-Shifa, Nasser, dan Hamad. Dalam setiap tuduhan, militer Israel gagal memberikan bukti yang jelas.
Dalam satu contoh, Israel menunjukkan sumur tua sebagai pintu masuk terowongan di rumah sakit al-Shifa. Mereka juga mengatakan ruang kendali air bersih di Rumah Sakit Hamad digunakan terowongan. Sementara di Nasser, tidak ditemukan bukti sama sekali.
Menurut pejabat Palestina, pola tersebut menunjukan kampanye Israel yang lebih luas untuk membenarkan serangan terhadap sistem perawatan kesehatan Gaza yang sudah hancur.
“Kebohongan ini bertujuan untuk mengalihkan perhatian dari kejahatan perang,” kata kantor tersebut, seraya menambahkan bahwa Israel berusaha menutupi penargetan yang disengaja terhadap rumah sakit dan infrastruktur kesehatan.
“Dalam beberapa pekan terakhir, Israel mengaku telah menggunakan bom penghancur bunker seberat lebih dari 40 ton di Rumah Sakit Eropa. Namun, video tersebut memperlihatkan jasad-jasad yang tampak utuh, tanpa tanda-tanda luka bakar atau luka akibat ledakan.
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan bahwa mereka masih terus berjuang menjaga rumah sakit tetap beroperasi di tengah kekurangan bahan bakar dan bombardir besar-besaran.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey