VIDEO Dubes Palestina Menangis Saat Sebut Penderitaan Anak-Anak Palestina di Gaza 'Tak Tertanggungkan': Api dan Kelaparan Melahap Mereka
Kementerian Kesehatan di Gaza menyatakan 29 anak-anak dan lansia meninggal karena kelaparan.
Duta Besar Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Riyad Mansour, tak kuasa menahan tangis saat menyebut anak-anak Gaza dalam pidatonya di Dewan Keamanan pada Rabu (28/5). Mansour menyatakan penderitaan anak-anak di Gaza 'tak tertanggungkan' akibat kekejaman Israel.
Dia menyampaikan, sejak Israel melanggar gencatan senjata pada Maret lalu, lebih dari 1.300 anak-anak terbunuh dan sekitar 4.000 lainnya terluka dalam serangan brutal pasukan penjajah.
"Ini adalah anak-anak. Anak-anak," ujarnya.
Namun, lanjutnya, Israel selalu menyatakan perangnya di Gaza untuk 'melawan barbarisme', padahal yang menjadi korban adalah anak-anak.
"Anak-anak!" tegas Mansour.
Dengan suara tercekat menahan tangis, dia melanjutkan bahwa puluhan anak-anak meninggal karena kelaparan. Israel selama sekitar dua bulan memblokade masuknya bantuan kemanusiaan sehingga menyebabkan sekitar 2 juta warga Gaza kelaparan. Menurut Kementerian Kesehatan di Gaza, 29 anak-anak dan lansia meninggal karena kelaparan.
"Gambar ibu-ibu memeluk tubuh tak bergerak (anak-anak) mereka, membelai rambut mereka, berbicara dengan mereka, meminta maaf kepada mereka tidak tertanggungkan," jelasnya sembari menangis.
"Saya punya cucu. Saya mengerti bagaimana berartinya mereka untuk keluarga mereka dan menyaksikan situasi yang dialami orang-orang Palestina ini tanpa kita punya hati nurani untuk melakukan sesuatu, jauh melampaui kemampuan manusia normal mana pun untuk bisa menerimanya."
"Api dan kelaparan melahap anak-anak Palestina," lanjutnya.
"Kami mencintai anak-anak kami. Kami mencintai rakyat kami. Kami tidak ingin melihat mereka melewati tragedi ini dan serangan-serangan biadab ini oleh mereka yang mengklaim kebajikan pertempuran melawan barbarisme."
Mansour juga menyinggung tragedi yang menimpa Dr Alaa al-Najjar, yang kehilangan sembilan dari 10 anaknya dalam serangan Israel. Dokter perempuan Palestina yang bekerja di sebuah rumah sakit di Gaza mendapati jasad sembilan anaknya saat tiba di rumah sakit di mana dia bekerja.
"Kengerian dan trauma yang tidak bisa dicerna pikiran. Tak bisa diterima hati nurani," jelasnya.