Trump Serukan Waspada Tsunami Akibat Gempa Dahsyat Rusia
Gempa berkekuatan 8,8 skala Richter telah menyebabkan terjadinya tsunami di wilayah Rusia dan Jepang.
Donald Trump dalam unggahannya di Truth Social meminta masyarakat di Amerika Serikat (AS) untuk tetap waspada dan menjaga keselamatan setelah peringatan tsunami dikeluarkan untuk Hawaii, Alaska, dan pesisir Pasifik.
Peringatan tsunami ini dikeluarkan menyusul terjadinya gempa berkekuatan 8,8 yang mengguncang kawasan lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rusia, pada Rabu (30/7).
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) awalnya melaporkan gempa dengan magnitudo 8, kemudian diperbarui menjadi 8,7, dan akhirnya menjadi 8,8.
"Karena gempa besar yang terjadi di Samudra Pasifik, peringatan tsunami diberlakukan bagi mereka yang tinggal di Hawaii. Peringatan siaga tsunami juga berlaku untuk Alaska dan pesisir Pasifik Amerika Serikat. Jepang juga berada dalam lintasan (tsunami). Silakan kunjungi tsunami.gov untuk informasi terbaru. TETAP KUAT DAN TETAP AMAN!"
Sementara itu, Departemen Transportasi Hawaii mengungkapkan melalui unggahan di X bahwa semua kapal diminta untuk meninggalkan pelabuhan. Imbauan ini berlaku untuk seluruh pulau.
Diperkirakan gelombang tsunami pertama akan tiba di Hawaii sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Tsunami pertama yang diakibatkan oleh gempa Rusia sudah terpantau di Jepang utara dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter, menurut laporan dari penyiar NHK.
Gelombang tsunami tersebut telah menghantam pulau utama di utara, Hokkaido, dan NHK memperingatkan bahwa gelombang-gelombang berikutnya mungkin akan jauh lebih tinggi.
Sebelumnya, tsunami dengan ketinggian antara 3 hingga 4 meter tercatat di beberapa wilayah Kamchatka, seperti yang disampaikan oleh Menteri Urusan Darurat Daerah Kamchatka, Sergei Lebedev, yang juga mendesak warga untuk menjauh dari garis pantai semenanjung.