Jepang Peringatkan Siklus Gelombang Tsunami Berlangsung 1 jam, Tak Ada Tanda-Tanda Surut
Pihak berwenang di Jepang memperingatkan siklus gelombang tsunami berlangsung sekitar satu jam.
Pihak berwenang di Jepang memperingatkan siklus gelombang tsunami berlangsung sekitar satu jam, tidak menunjukkan tanda-tanda surut. Badan Meteorologi Jepang mengatakan pantai Pasifik negara itu telah dilanda empat hingga lima gelombang tsunami.
Badan Meteorologi Jepang telah memperingatkan penduduk antara lain soal tidak ada tanda-tanda gelombang tsunami surut, ketinggian gelombang terus meningkat dari 20 cm (0,6 kaki) hari ini menjadi 1,3 meter (4,2 kaki) di timur laut negara tersebut.
"Celah yang panjang dapat diamati di antara putaran gelombang. Setiap siklus gelombang dapat memakan waktu sekitar satu jam, tetapi gelombang dapat berlanjut untuk waktu yang lama. Ada juga kemungkinan terjadinya gelombang besar yang tak terduga," demikian dikutip dari Aljazeera, Rabu (30/7/2025).
Diketahui, peringatan tsunami telah dikeluarkan setelah gempa berkekuatan Magnitudo 8,8 di lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rusia timur.
Gempa tersebut terjadi 136 km (84 mil) di sebelah timur kota pesisir Petropavlovsk-Kamchatsky di timur jauh Rusia, kata Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) pada hari Selasa.
Badan meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan tsunami untuk sebagian besar pantai timurnya, yang memperingatkan gelombang setinggi 3 meter (9,8 kaki). Peringatan tsunami juga dikeluarkan untuk Taiwan, Filipina, Hawaii, dan Kepulauan Aleut Alaska, dengan nasihat dikeluarkan untuk sebagian besar Pantai Barat AS.
Rekaman dari stasiun televisi TBS menunjukkan pekerja pabrik dan warga di Hokkaido, Jepang utara, mengevakuasi diri ke bukit yang menghadap laut.
“Segera lakukan evakuasi. Jika memungkinkan, segera menuju dataran tinggi dan menjauhi pantai,” ujar seorang pembawa berita di saluran televisi publik NHK.
Sistem Peringatan Tsunami AS juga mengeluarkan peringatan akan "gelombang tsunami berbahaya" yang diperkirakan akan terjadi dalam tiga jam ke depan di sejumlah wilayah pesisir Rusia, Jepang, Alaska, dan Hawaii. Peringatan tsunami juga diberlakukan untuk wilayah teritori AS di Guam serta pulau-pulau lain di Mikronesia.