Gelombang Tsunami Hantam Jepang Usai Gempa Rusia Berkekuatan 8,8 Magnitudo, Warga Diminta Mengungsi ke Tempat Tinggi
Gempa berkekuatan 8,8 magnitudo yang mengguncang Rusia memicu gelombang tsunami hingga ke Jepang dan wilayah lain.
Gelombang tsunami setinggi hingga 1,3 meter terpantau di lepas pantai Jepang pada Rabu pagi setelah gempa kuat mengguncang wilayah lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rusia. Masyarakat diminta untuk segera menjauh dari wilayah pesisir dan sungai demi keselamatan.
Peringatan tsunami dengan prakiraan gelombang setinggi hingga 3 meter telah dikeluarkan untuk pesisir Pasifik di wilayah Hokkaido dan Honshu. Sementara itu, peringatan tsunami dengan estimasi gelombang hingga 1 meter diberlakukan untuk wilayah Shikoku, Kyushu, dan Okinawa.
“Gelombang tsunami dapat datang berulang kali dalam waktu yang lama. Gelombang setelah yang pertama mungkin lebih besar, jadi penting untuk tetap mengungsi hingga peringatan atau imbauan tsunami dicabut,” demikian pernyataan dari Badan Meteorologi Jepang (JMA).
Durasi panjang
Setiap gelombang tsunami memiliki durasi yang sangat panjang, yang berarti satu siklus gelombang dapat berlangsung selama sekitar satu jam, menurut JMA. Oleh karena itu, aktivitas tsunami bisa berlangsung cukup lama. Risiko gelombang tinggi bisa terus berlanjut setidaknya selama satu hari, meskipun lamanya peringatan masih dalam penilaian.
Gelombang setinggi hingga 60 cm tercatat di Hokkaido dan Kuji, Prefektur Iwate, sekitar pukul 13.00 siang, lebih dari dua jam setelah gelombang pertama tiba di pesisir Jepang. Gelombang setinggi 10 hingga 50 cm tercatat di wilayah pesisir Pasifik yang luas, mulai dari Hokkaido hingga Miyazaki.
Kemudian pada hari itu, gelombang setinggi 1,3 meter dilaporkan di Iwate.
Jika gelombang tsunami terjadi bersamaan dengan pasang laut, kombinasi keduanya bisa menyebabkan permukaan laut naik lebih tinggi dari normal, menurut JMA, yang meminta masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap waspada.
Belum ada kerusakan
JMA menyebut ada kemungkinan gelombang tsunami mencapai teluk-teluk dalam seperti Teluk Tokyo dan Teluk Mikawa.
Informasi terbaru terkait peringatan dan imbauan bisa ditemukan di situs web Badan Meteorologi Jepang.
Perdana Menteri Shigeru Ishiba menyerukan kepada warga di wilayah terdampak untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi atau lokasi aman lainnya, serta memerintahkan pihak berwenang untuk memberikan informasi yang akurat kepada publik dan melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Sebuah satuan tugas dibentuk di Kantor Perdana Menteri pada pukul 09.40 pagi.
Prefektur Ibaraki mengeluarkan perintah evakuasi untuk warga di kota pesisir Takahagi dan Hitachinaka serta desa Tokai.
Kota Wakayama juga memerintahkan sekitar 175.000 orang di 88.000 rumah tangga di daerah pesisir untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, pada pukul 11.00 siang.
Sekretaris Kabinet Yoshimasa Hayashi mengatakan dalam konferensi pers bahwa sejauh ini belum ada laporan kerusakan di darat maupun laut. Tiga jalan tol diblokir dan operasional 41 jalur kereta api sempat dihentikan sementara, tambahnya.
Landasan pacu Bandara Sendai di wilayah Tohoku juga sempat ditutup sementara.