Sosok Tyler Robinson, Pemuda 22 Tahun Penembak Charlie Kirk
Apa yang menjadi alasan di balik tindakan pelaku yang membunuh Charlie Kirk?
Penembak influencer konservatif Amerika Serikat, Charlie Kirk telah ditangkap. Adalah Tyler Robinson, seorang pemuda berusia 22 tahun yang merupakan pelakunya.
Sebelum terlibat aksi penembakan Charlie Kirk, sosok Robinson seorang pemuda yang berpotensi memiliki masa depan cerah. Pada usia 18 tahun, Robinson berhasil memperoleh nilai tinggi dalam ujian masuk perguruan tinggi dan mendapatkan beasiswa penuh selama empat tahun di Utah State University, Logan, seperti yang dilaporkan oleh CNA pada Sabtu (13/9).
Ibunya pernah mengunggah sebuah video di Facebook yang menunjukkan kebanggaan saat anak sulungnya membaca surat penerimaan beasiswa tersebut.
"Dia sangat bersemangat untuk memulai perjalanannya dan ini akan menjadi pengalaman yang luar biasa baginya!" tulis sang ibu dalam unggahan lainnya.
Namun, empat tahun setelah itu, pada Selasa (9/9), Robinson diduga melakukan penembakan dari atap gedung di kampus lain, yang mengakibatkan kematian Kirk. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran baru mengenai meningkatnya tingkat kekerasan politik di Amerika Serikat.
Motif Penembakan
Hingga saat ini, penyelidik belum berhasil menemukan alasan yang jelas di balik tindakan Robinson yang naik ke atap gedung tersebut. Namun, dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Jumat pagi, pihak berwenang memberikan beberapa petunjuk yang mungkin bisa menjelaskan situasi ini.
Gubernur Utah, Spencer Cox, mengungkapkan bahwa seorang anggota keluarga yang diwawancarai oleh polisi menyatakan bahwa Robinson sempat mengungkapkan pendapatnya mengenai penampilan Kirk di Utah Valley University, tempat terjadinya penembakan.
"Mereka mendiskusikan alasan ketidaksukaan mereka terhadapnya serta pandangan yang dimilikinya," jelas Cox tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Keluarga Robinson juga menyebutkan bahwa belakangan ini, ia semakin aktif dalam kegiatan politik. Di lokasi penembakan, polisi menemukan selongsong peluru yang terdapat ukiran pesan anti-fasis, yang diduga berasal dari senjata yang digunakan oleh Robinson.
Kini, Robinson yang berusia 22 tahun telah ditangkap dengan tuduhan melakukan pembunuhan berencana. Menurut catatan publik, ia tidak memiliki riwayat kriminal sebelumnya. Ia terdaftar sebagai pemilih, tetapi tidak terafiliasi dengan partai politik manapun dan berstatus "inactive" karena tidak memberikan suara pada pemilihan presiden 2024, di mana Donald Trump mengalahkan Kamala Harris.
Robinson Tinggal di Rumah Orangtuanya
Ketika insiden penembakan terjadi, Robinson sedang tinggal di rumah orang tuanya di Washington, sebuah kota kecil dengan populasi sekitar 28 ribu jiwa yang dikenal sebagai komunitas pertanian dan perumahan di barat daya Utah, dekat dengan Taman Nasional Zion.
Mobil Dodge Challenger berwarna abu-abu miliknya ditemukan terparkir di depan rumah dua lantai bergaya stucco yang terletak di kawasan perumahan baru yang dibangun di antara ladang alfalfa.
Pada hari Jumat, terlihat puluhan jurnalis dan setidaknya enam mobil polisi berjaga di sekitar rumah tersebut, sementara petugas melarang reporter untuk mendekat.
Seorang tetangga bernama Steven Green, yang mengenal keluarga Robinson melalui gereja Mormon setempat, menyatakan, "Keluarga yang hebat, anak-anak yang baik," meskipun ia mengaku tidak terlalu mengenal Robinson dengan baik. Teman sekolahnya, Canaan Timothy (21), menggambarkan Robinson sebagai siswa biasa yang memiliki minat dalam musik.
"Aku mengenalnya sekilas. Hanya anak biasa," ujarnya. "Tyler, dia pendiam, tetapi tidak terlalu pendiam."
Robinson akhirnya ditangkap pada malam Kamis tanpa perlawanan setelah seorang teman keluarga menghubungi pihak kepolisian dan mengungkapkan bahwa Robinson telah mengaku atau memberikan tanda bahwa dirinya adalah pelaku pembunuhan Kirk. Penangkapan tersebut menambah ketegangan di komunitas yang sebelumnya tenang, di mana banyak yang tidak menyangka bahwa salah satu warganya terlibat dalam kejahatan serius.
Profil Robinson
Robinson menyelesaikan pendidikan di Pine View High School yang terletak di St George, Utah, pada tahun 2021. Dalam video kelulusan, ia terlihat menerima ijazah di atas panggung yang disambut dengan sorakan meriah dari para hadirin. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan selama satu semester di Utah State University sebelum akhirnya berpindah ke Dixie Technical College. Pihak kampus mengonfirmasi bahwa Robinson terdaftar sebagai mahasiswa tahun ketiga dalam program magang listrik.
Ibunya pernah membagikan di Facebook bahwa Robinson berhasil meraih skor 34 pada tes ACT, yang menempatkannya dalam 1 persen teratas peserta tes di seluruh Amerika Serikat menurut Princeton Review. Dalam keluarganya, Robinson memiliki dua adik laki-laki.
Sang ibu bekerja sebagai pekerja sosial di lembaga kesehatan nirlaba, sedangkan ayahnya menjabat sebagai direktur di perusahaan yang memproduksi meja dapur berbahan batu. Sebagian besar unggahan lama ibunya di Facebook, yang kini sudah dihapus, menampilkan momen liburan keluarga ke Alaska, Karibia, dan Disneyland, serta dokumentasi kegiatan sekolah anak-anak dan perayaan kecil seperti Halloween serta hewan peliharaan mereka.
Tidak ada unggahan yang mengandung konten politik. Namun, terdapat beberapa foto yang menunjukkan Robinson dan saudaranya sedang memegang senjata api, yang dianggap wajar di negara bagian yang memiliki hukum kepemilikan senjata yang longgar. Penangkapan Robinson terjadi setelah pencarian selama 33 jam terhadap pelaku pembunuhan Kirk.
Sebelumnya, polisi juga menahan dua orang lain sebagai orang yang dicurigai pada hari Rabu, tetapi keduanya akhirnya dibebaskan. Saat ini, Robinson ditahan di penjara Utah County, Spanish Fork, yang berjarak sekitar 19 kilometer dari lokasi penembakan, dan ia belum secara resmi didakwa.